Belajar Bahasa Inggris Secara Online


Ada banyak cara yang bisa digunakana untuk belajar dan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggri. Ada yang belajar lewat pendidikan formal, ikut les privat, mengambil kursus dan sebagainya. Dan salah satu cara termurah dan efektif yaitu belajar bahasa Inggris via online dan gratis.
Untuk memulai belajar Bahasa Inggris, yang diperlukan adalah komputer dengan akses internet, kemudian mengunjungi beberapa website berikut ini. Selain menyediakan materi belajar yang banyak, semua website  ini memberikan layanan  secara gratis.

Baca selengkapnya »

Antara Lidah, Perkataan, Dan Perbuatan


Hore, Hari Baru! Teman-teman.
 
Berbicara. Sungguh sebuah kosa kata yang sederhana. Setiap hari kita mengucapkan kata-kata, sehingga sama sekali tidak ada hal yang menarik untuk dibahas. Tetapi, mengapa ada orang yang dibayar hingga puluhan juta rupiah untuk berbicara selama satu atau dua jam saja? Ada orang yang dicintai karena perkataan-perkataannya. Dan ada orang yang dibenci karena ucapan-ucapannya. Oleh sebab itu, kesederhanaan dibalik makna ‘berbicara’ pastilah memiliki keistimewaan yang layak untuk kita renungkan.
 

Baca selengkapnya »

Kesehatan Adalah Paduan yang Harmonis antara Tubuh, Pikiran, dan Jiwa


   Perasaan Yang serba Negative pertanda kehidupan batin yang kurang sehat. Rekaman emosi negative(-) yang melekat Sering Sekali Menciptakan Penyakit Fisik didalam tubuh.

"Kesehatan merupakan kondisi yang mencakup Mental, Fisik, dan social. Bukan ketiadaan penyakit. WHO 1948."

Permasalahan Yang tidak disadari.

   Perkembangan Teknologi yang demikian cepat menuntut kehidupan serba efektif dan efisien. Terjadilah konflik ketidak seimbangan antara tuntunan kompetisi dan beban hidup yang dirasakan.

Baca selengkapnya »

Kisah Pohon Apel (Simak dan Renungkanlah)

     Suatu Ketika, Hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak laki-laki yang senang bermain main dibawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya. tidur- tiduran di keteduahn rindang daun-daunya. anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pohon apel itu sangat mencintai anak kecil itu.

     Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain main dengan pohon apel itu setiap harinya. suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih, 'Ayo kesini bermain-main lagi denganku," Pinta pohon apel itu.

Baca selengkapnya »

Perilaku Anak Berawal Dari ASI


Ada Adi, 4,5 tahun, berarti ada keributan. Boleh jadi itu ungkapan yang tepat untuk bocah Taman Kanak-kanak itu. Pertengkaran tak cuma terjadi dengan temannya di sekitar rumah, di sekolah pun begitu. Ibunya mengeluh, tapi anak lelaki itu tak surut juga bertingkah-polah secara berlebihan. Cepat beradu mulut plus ringan tangan dan kaki. Ada kemungkinan pemicunya memang beragam. Namun, bila menilik sebuah penelitian terbaru tentang kaitan asupan air susu ibu (ASI) dengan perilaku dan mental anak, ada baiknya si ibu bertanya kepada diri sendiri, "Apakah si anak mendapat ASI dalam masa yang cukup?". Penelitian yang dilakukan Dr Katherine Hobbs Knutson, dari Departemen Psikiatri, Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa ASI secara signifikan mempengaruhi perangai sang anak di masa depan. Studi baru seperti dikutip dari HealthDay News ini menyebutkan, seorang ibu yang mencukupi asupan ASI bayinya tidak pernah melaporkan adanya masalah perilaku dan mental pada anaknya selama lima tahun fase pertumbuhannya.



Baca selengkapnya »

Cerita Motivasi (CerMot)_Gadis Oon(dungu) Went to Canada

 By: Regina Natalia



Hahahaha...ide gila apa yang terlintas dipikiran Gadis. Ia ingin mengikuti sebuah kontes Miss Personality 2010 di Kanada yang biasanya dipadati dengan wanita-wanita cantik dari barbagai mancanegera. Mereka memiliki segudang kelebihan serba “WAH!!!” yang tak dimiliki oleh Gadis. Bermodalkan secuil keterampilan bahasa inggris namun dengan keberanian yang sangat besar, membuat Gadis(1)termotivasi untuk mendaftarkan diri ikut kontes tersebut.

Pergi ke luar negeri adalah salah satu (2)visi hidup yang harus diwujudkan Gadis. Menurutnya, ini adalah jalan yang dapat ditempuh agar ia bisa melaksanakan (3)misi rahasianya itu. Setelah mendaftarkan diri, Gadis mulai menyusun strategi untuk mempersiapkan diri mengikuti kontes tersebut. Ia membuat sebuah daftar tentang hal-hal apa saja yang harus ia lakukan meliputi:

Baca selengkapnya »

Prestasi Membanggakan Anak-Anak Papua


Punya presiden, wapres, dan mendiknas yang semuanya doktor, ternyata tidak menjamin bahwa masalah pendidikan mendapatkan perhatian serius.

Pak Yohanes, you are rock! Kebetulan sekali, orang Papua memang suka bilang: Kamu Batu!, untuk orang-orang yang memiliki kemauan keras dan mewujudkannya. Saya kurang tahu apakah asal muasal kata 'Kamu Batu' ini terjemahan langsung dari you're rock. Kadang-kadang memang ada bahasa yang diplesetkan. Misalnya, kalau mengumpat, orang Indonesia suka bilang: Matamu itu! Saya pernah mendengar seorang karyawan mengumpat ke ekspatriat: Your eyes, Sir. Tentu saja yang diumpat kebingungan: What's wrong with my eyes? Mungkin, kini saatnya umpatan 'Your eyes itu, Sir dialamatkan ke pemerintah kita sendiri, yang katanya memiliki amanah untuk mencerdaskan bangsa.

Sangat menyedihkan. Selama sepuluh bulan dibina di Karawaci, dua jam dari Jakarta, tak sekalipun anak-anak luar biasa ini dikunjungi pejabat. Ketika akhirnya ada pejabat cabutan yang menghadiri perlombaan di Papua, dan butuh lima jam untuk terbang plus empat jam off-road dari Jakarta ke Papua-Tolikara, terbukti bahwa kehadiran mereka sangat dinantikan.

Bangsa ini butuh orang seperti Pak Yohanes, yang selalu menjadi pionir dan percaya dengan jurus mestakung (semesta mendukung)-nya. Bangsa ini juga butuh pejabat seperti John Tabo,yang sanggup mengambil keputusan tidak populer. Bangsa ini, lebih penting lagi, butuh anak-anak, pemuda-pemuda, dan semua elemen masyarakat untuk bekerja keras. Setidaknya, memang ada empat hal dalam setiap perjuangan. Breaking through, move the barrier, support the movement, and networking. Pak Yohanes sudah memecah gembok itu, Pak John Tabo menyingkirkan penghalang atau dengan kata lain memberikan jalan, anak-anak itu menjalankan amanah dan kepercayaan yang diberikan, dan akhirnya jaringan yang terbentuk ini menjelma menjadi sebuah prestasi membanggakan.




----------------------------
Salam dari Jayapura!

Kami bertiga baru saja keluar dari pedalaman Tolikara menyaksikan Olimpiade Astronomi se Asia-Pacific. Hasilnya?
Pelajar2 Indonesia menduduki urutan ke-2 dari 9 negara, dengan perolehan 1 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu. Korea Selatan di urutan pertama dengan 2 emas. Indonesia berada diatas China, Rusia, Kazakshtan, Kyrgistan, Nepal, Cambodia, dan Bangladesh. Lebih mengejutkan lagi, 3 medali perunggu Indonesia di raih oleh pelajar asal Tolikara, kabupaten terpencil di Tolikara, yang selama ini mengalami keterbelakangan pendidikan dan SDM. Dari Tolikara, Indonesia belajar!
Kisahnya dimulai dengan seorang "gila" bernama Yohanes Surya, pendiri Surya Institute dan salah satu aktivis olimpiade science dunia, yang telah sukses mempromosikan banyak anak Indonesia ke ajang olimpiade science dunia, memprakarsai dilaksanakannya Olimpiade Astronomi Asia Pacific (APAO) di Indonesia. Program ini ditawarkan ke berbagai pemda di Indonesia, namun tidak ada yang tertarik. Hingga suatu hari ...
Yohanes Surya ketemu dengan seorang "gila" lainnya bernama John Tabo, orang Papua, Bupati Tolikara, pegunungan tengah Papua, kabupaten baru yang terisolir dan hanya bisa dicapai dengan naik pesawat kecil dari Jayapura ke Wamena disambung berkendaraan off-road selama 4 jam, daerah dimana laki-laki tanpa celana dan perempuan tanpa penutup dada, ditemukan dimana-mana. John Tabo, tanpa diduga, bersedia menjadi sponsor pelaksanaan APAO di Indonesia, selain menjadi tuan rumah, dia juga mendanai seluruh biaya persiapan tim olimpiade Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia termasuk dari Papua, selama 1 tahun.
John Tabo membangun tempat khusus (hotel) untuk menjadi venue olimpiade ini. Orang yang berfikir normal pasti bilang, untuk apa John gila ini urusin Olimpiade astronomi seperti ini? bukankah masih banyak persoalan internal kabupaten yang harus dia selesaikan? mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi dan berbagai infrastruktur dasar? Cari kerjaan dan masalah saja!
John Tabo melakukan terobosan "gila". Dana diambil dari APBD, mau dari mana lagi? Dia tidak takut BPK atau BPKP yang akan menilainya salah prosedur. Untuk John Tabo, membangun adalah untuk rakyat, jangan dibatasi oleh hal-hal administratif. Yang penting misi dia untuk membangun SDM Tolikara yang mendunia dapat tercapai, dan itu "breakthrough" untuk mengatasi kemiskinan Tolikara, tidak perlu menunggu sampai infrastruktur jalan akses terbuka.

Dikumpulkanlah 15 anak Indonesia sejak februari 2010 di Karawaci untuk, kesemuanya "gila". 8 dari 15 anak tersebut direkrut dari SMP/SMU Tolikara, yang semuanya memiliki kemampuan matematika yang rendah, menyelesaikan soal matematika tingkat kelas 4 SD saja tidak mampu. Bahkan ada yang namanya Eko, ketika ditanya 1/5 + 1/2, langsung dijawab 1/7!
Seorang anak dari Kalimantan Tengah, malah tidak diijinkan kepala sekolah dan gurunya untuk mengikuti persiapan olimpiade ini. Guru-gurunya mengatakan bahwa apa yang akan dia ikuti itu sia-sia saja. Dia melawan ini dan lari dari sekolah!
Ke-15 anak ini dilatih oleh pelatih2 "gila", yang tidak bosan dan kesal melatih anak-anak ini. Dalam 10 bulan ke-8 anak Tolikara ini mampu mengerjakan problem matematika paling sulit yang diajarkan pada tingkat terakhir SMA atau tingkat awal universitas.
Pendekatan mengajarnya juga "gila". Astronomi adalah kumpulan dari berbagai ilmu science: matematika, fisika, kimia dan biologi menjadi satu mempelajari fenomena jagad raya.

Ini juga ilmu gila. Bayangkan seorang anak seperti Eko dari pedalaman Tolikara dapat menjadi salah seorang anak terpandai dibidang astronomi didunia hanya dalam waktu 10 bulan??!!
Urusan ijin ternyata juga "gila-gilaan" .
Ternyata even APAO ini tidak diakui oleh Kemdiknas. Akibatnya, untuk mendatangkan peserta luar negeri, tidaklah mungkin mendapatkan fasilitas visa dari negara. Pake prosedur normal ijin dari Pemerintah cq Mendiknas tidak keluar.
Entah gimana ceritanya ...

Surya Institute akhirnya bertemu dengan seorang "gila" dari UKP4. Orang inilah yang mengetok Menteri Diknas, sehingga kemdiknas mau mengeluarkan ijin. Lalu orang ini memfasilitasi ijin visa disaat-saat terakhir, ketika semua sudah pasrah, bahkan orang ini mempertemukan anak-anak Indonesia dengan wakil presiden RI. Orang normal mungkin akan berfikir, apa urusannya astronomi dengan wapres??!!
Lalu siorang gila dari UKP4 ini menugaskan 3 orang anggotanya yang kebetulan juga "agak gila" untuk datang menghadiri kegiatan olimpiade di Tolikara. jadilah 3 orang itu sebagai satu2nya unsur pemerintah pusat dalam even Olimpiade di Tolikara. Lalu 3 orang ini membawa-bawa nama Wakil Presiden RI dan Kepala UKP4 untuk memotivasi anak2.

Dalam percakapan hati ke hati dengan 15 orang anak, semalam sebelum pengumuman, tidak kurang 7 orang anak terharu menangis, melihat begitu besarnya perhatian pemerintah RI kepada mereka, sesuatu yang tidak pernah mereka rasakan dari pemerintah di Jakarta selama 10 bulan mereka di godok di Karawaci. Datang dan duduk bersama dengan mereka, ternyata lebih dari segalanya bagi anak-anak ini.

Anak-anak Tolikara begitu terharu, menangis terisak, melihat ada orang Jakarta mau datang melihat mereka di Tolikara.
Apa hasil dari semua kegilaan ini? Selain perolehan medali-medali diatas:
1. Indonesia dikenal lewat Tolikara! Tolikara, meskipun tidak dikenal Indonesia, namun telah membuktikan kepada dunia bahwa dari tempat yang sedikit sekali dijamah pembangunan, bisa lahir juara-juara olimpiade science, yang akan
mengharumkan nama Indonesia ditingkat dunia,
2. Tolikara mulai membenahi sumber daya manusianya menuju SDM berkualitas dunia. Hasil olimpiade ini telah memotivasi semua anak Tolikara bahwa keterbatasan fisik dan fasilitas bukanlah halangan bagi anak Tolikara untuk menjadi SDM terbaik dunia. 8 anak Tolikara yang bersaing ditingkat dunia menjadi saksi hidup bahwa SDM Tolikara dapat bersaing ditingkat dunia.
3. Tolikara membuktikan bahwa mereka dapat membangun "lebih cepat" jika cara berfikir "gila" ini diterapkan. Hanya dengan cara gila seperti ini pembangunan Papua dapat dipercepat.
4. Kita perlu "A Tolikara Approach" untuk sebuah percepatan pembangunan Papua!
Pesan moral dari kisah ini:
jadilah orang gila untuk membangun Indonesia lebih baik!
Never underestimate things!
Kesempatan ke Tolikara telah memberikan pelajaran berharga bagi saya. Belajar tidak harus selalu dari tokoh dunia. Dari seorang anak SMP yang tidak pernah diperhitungkan dipelosok Tolikara, kita dapat belajar untuk berbuat yang terbaik bagi Indonesia dan dunia.

Partogi Samosir
Counsellor
Embassy of the Republic of Indonesia
Washington, D.C


weitten by  Sidrotun Naim

Postingan Lebih Baru Postingan Lama