Agama

[Video]Seorang Mukmin yang wafat dalam keadaan Bersujud

Subhanallah, Seorang Mukmin yang wafat dalam keadaan bersujud dan terekam dalam video CCTV




Download Videonya Disini

Assalamualaikum wr. wb.
Sahabatku rahimakumullah,
Terlampir video yang saya download dari kiriman sahabat saya Pak Usep (Syukran Pak Usep) tentang Video CCTV yang menggambarkan seorang mukmin yang meninggal dunia dalam kondisi Sujud setelah ia shalat.

Subhanallah... Maha Suci ALLAH...
Meninggal saat sujud selesai shalat di Mesjid...
Sungguh saat-saat pulang yang terindah...

Jika satu masa ke depan dipertanyakan kepadanya... sedang apa kala engkau harus kembali pulang... saat kematian datang menjemput... sedang bersujud menghampiri Engkau ya ALLAH... terhisap dalam pelukan cintaMU ya ALLAH...

Sungguh sungguh saat berpulang yang diinginkan oleh mumin manapun... kerinduan umat Islam untuk bisa innalillahi wa inna illaihi roji'un... berasal daripadaNYA dan sebaik-baik tempat kembali kepadaNYA...

Wallahualam bissawab, sayangnya tidak ada identitas lebih lanjut tentang jamaah tersebut dan kejadiannya di mana. Semoga Almarhum khusnul khatimah. Amiin

Dalam surat ke 31 (Luqman) ayat 34,Allah swt berfirman "....Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

"Ya ALLAH, mohon Engkau cabutlah nyawa kami, dalam keadaan kami beriman kepadaMU, dalam keadaan khusnul khatimah. Matikan kami dalam agama ISLAM, agama yang ENGKAU ridhai ini. Janganlah ENGKAU palingkan hati kami setelah ENGKAU beri petunjuk dan hidayah kepada kami. Amin.."

Source: http://www.facebook.com/video/video.php?v=109756415701234&ref=nf

Berkunjung ke Rumah Rasulullah SAW (Photo)

Photo-photo ini adalah rumah Rasulullah SAW yang saya dapatkan dari blog: karitasurya.multiply.com, namun sayang tidak disebutkan bagian-bagian dari rumah tersebut, serta tidak disebutkan lokasi pastinya apakah Di Makkah atau di Madinah, namun demikian, semoga menjadi khasanah keilmuan bagi kita serta bisa merasakan kunjungan singkat ke rumah Rasulullah SAW walaupun sejenak!


Untuk Menambah referensi, silahkan download videonya dibawah ini:


Kesehatan berbicara "MANFAAT GERAKAN SHALAT"


Dr. Bahar Azwar, SpB-Onk, seorang dokter spesialis bedah-onkologi ( bedah tumor ) lulusan FK UI dalam bukunya “ Ketika Dokter Memaknai Sholat “ mampu menjabarkan makna gerakan sholat. Bagaimana sebenarnya manfaat sholat dan gerakan-gerakannya secara medis?
Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.

1. Manfaat Wudlu Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan. Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalu kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman. Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp. Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!!

2. Keutamaan Berkumur Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut. 

3.Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman.Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.

4. Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita.

5. Manfaat Kesehatan Sholat Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. 

6. Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah adlat pernapasan Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. 

7. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar.

8. Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.

9. Sujud Mencegah Wasir Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud.

10. Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita.

11. Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.

12. Manfaat Sholat Malam Malam hari biasanya dingin dan lembab. Kalau ditanya, paling enak tidur di waktu tersebut. Banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita hingga menjadi beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat merubah menjadi pengapuran. Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita. Jadi sholat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah menjadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan sholat malam, kita akan mengendalikan urat tidur kita.

Sholat Lebih Canggih dari Yoga “Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang di antara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabat menjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau bersabda : “Begitulah perumpamaan sholat lima waktu. Allah menghapus segala keselahan mereka”. (H.R Abu Hurairah r.a).

Jika manfaat gerakan sholat kita betul, maka sangat luar biasa manfaatnya dan lebih canggih daripada yoga. Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah. Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuah hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul?

Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman. Semoga sholat kita makin terasa manfaatnya.


( dikutip dari : Tabloid Nurani ) 

Mobil Ketelan Bumi

Video ini saya dapatkan dari temen di facebook...!!
http://www.facebook.com/video/video.php?comments&v=1134416460984

Video ini semoga menjadi pelajaran bagi kita semua....
Satu pesan yang tersirat dari video ini:

subhanallah,,,!!! seandainya kita yang berada di dalam mobil,,amalan apa yang telah kita punya?




Jika teman teman, lambat bufferingnya dan ingin mengabdikanya... Bisa di










Peringatan DIni Untuk KIta Kaum Muslimin

Assalamu’alaikum Wr Wb





Saudara-saudaraku.
Sadarkah kita bahwa kita sekarang sedang dalam bahaya?
Pernahkah kita mengamati lingkungan kita, makanan kita, alat-alat keseharian kita?

kita tentunya ingin bertanya kenapa kita sekarang begitu akrab dan mungkin mengenal dengan kalimat-kalimat berikut ini?
1. H5N1 (flu burung)
2. H1N1 (flu babi)
3. AIDS
4. Narkoba
5. Antraxh
Selain itu dengan berbagai macam penyakit melanda, demam berdarah, batuk-batuk, tipus, malaria?

Coba anda tanyakan pada nenek buyut kita dahulu (sayangnya banyak mereka yang sudah meninggal, xixixi) adakah mereka mengenalnya.
Saudara-saudaraku,
Dunia sudah begitu kejam kepada kita para penduduk dunia, terutama pula kita sebagai muslim yang jadi korban.

Begitulah kondisi yang tidak kita sadari, karena kita adalah korban. Jika kita sakit kita akan meminum obat-obatan baik yang di jual di apotik ataupun yang di beli dari dokter. Jerry D Gray mengatakan beberapa Ilmuan di dunia sepakat bahwa sebagian obat-obatan kimia yang kita gunakan umumnya hanya bersifat pereda rasa sakit untuk sementara, dan ia tidak mengobati secara keseluruhan, melainkan meninggalkan efek residu/ efek samping yang tujuanya menggiring kita pada penyakit lain yang berbeda. Obat-obat kimia tersebut sengaja di rancang untuk membuat kita sakit.

Seorang teman yang pernah bekerja di sebuah pabrik obat-obatan ternama (obat-obatnya banyak kita pakai) menceritakan tentang bahan baku yang di gunakan dalam pembuatannya dan bahayanya. Bahkan ia sendiri sebagai seorang yang terlibat dan melihat proses pembuatannya enggan untuk mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Lagi-lagi kita menjadi korban.

Namun kita tidak pula dapat seluruhnya menyalahkan pabrik obat-obatan tersebut, para dokter. Karena mereka juga adalah korban

“FDA (Food and Drugs Administration) adalah suatu badan yang memberikan lisensi dan meneliti bahan obat-obatan. FDA berada di bawah pengendalian pemerintah AS. Dokter-dokter di seluruh dunia menanti informasi obat-obatan baru dari FDA mengenai obatan baru tersebut. Dan mereka mempercayainya. Karena dokter-dokter tidak mungkin memonitor obat-obatan yang beredar di pasaran tersebut”.(Deadly Mist hal 128) Sayangnya FDA tidak objektif dan berada di bawah kendali kepentingan perusahanaan-perusahaan obat dan kepentingan tertentu. Dan termasuk badan kesehatan dunia WHO. Sayang sekali kita berobat dengan dokter yang juga tak mengetahui bahaya obat yang di berikannya.

Dan apa motif di belakangnya? Ini ibarat ungkapan-ungkapan di sinetron (kejar daku kau kutangkap) MOTIF BISNIS SALAH SATUNYA. Anda silahkan cek siapa para komprador-komprador bisnis obat-obatan terbesar di dunia? Kalau bukan yahudi. Atau orang-orang yang di beri kepentingan. Kalau pun tidak mereka-mereka yang ambisius dengan harta untuk menguasai dunia dan menghalalkan segala cara.

Inilah terorisme terbesar yang kita tak menyadari, terorisme yang menyerobot diam-diam yang masuk dalam rumah kita. Mereka sengaja membuat virus, untuk menjangkiti kita kemudian mereka dengan baik hati menawarkan obat-obatan kepada kita dengan tujuan agar kita ketergantungan dan berpenyakit lain.

Mereka sebarkan virus flu burung, virus flu babi. Kemudian kita di tawari tamiflu sebagai obat. Virus-virus tersebut mereka gadang-gadangkan melalui media. Taukah teman, di jepang dan korea tamiflu di larang di konsumsi terutama bagi para remaja di bawah 20 tahun. Obat ini penyebab depresi luar biasa. Banyak orang ingin bunuh diri setelah memakannya. Beberapa waktu lalu jamaah haji Indonesia di takutkan dengan penyakit meningitis. Kemudian di wajibkanlah para jamaah haji untuk menggunakan vaksin yang mengandung babi. Sehigga MUI pun Ketar-ketir. Adakah ini bagian dari scenario? Apa hubungan pemerintah arab Saudi dengan kasus ini? Wallahualam, anda cari tau sendiri.

Taukah anda kenapa flu burung bisa masuk ke Indonesia? Adakah kaitannya dengan ketidak setujuan pemerintah dan departemen pertanian (pada masa itu di pimpin Bapak Anton Apriantono) atas impor kaki ayam dari Amerika? Wallahualam

Dan taukah anda bahwa pemerintah Amerika juga telah meracuni warganya sendiri dengan floride melalui air-air PAMnya yang di alirkan ke rumah-rumah? Atau adakah kita turut termakan floride melalui minuman-minuman kalengnnya? Yang jelas kita sudah di racuni oleh pasta gigi kita sendiri di rumah.juga permen karet yang sering kita makan. Taukah teman akibat floride?

” 98% Negara Eropa Timur telah menolak air yang di berikan Fluoride. India dan Jepang juga Menolak. Dan ini telah di beritakan sebagai penguat gigi bagi kita di Indonesia. Fluoride memberikan banyak efeksamping di antaranya; kerusakan otak dan mengurangi kapasitas kecerdasan,kanker, Infertelitas pada wanita, penyakit Alzheimer, Pinggul Retak, Osteoporosis,dapat merubah mood manusia. Isi Fluoride dari sebuah pasta Gigi ukuran keluarga dapat membunuh anak yang berberat badan 12kg.

Ah..terlalu panjang untuk di jelaskan, belum lagi bagaimana pula akibat ASPARTAME salah satu pembunuh yang paling banyak beredar di minuman-minuman kaleng, minuman penambah stamina, pada obat-obatan. Entah apa pula akibat MSG yang mayoritas di pakai oleh ibu-ibu di rumah. Amankah minuman air putih botol yang kita minum? Belum lagi kita juga tengah di rongrong serbuan produk-produk palsu yang mengandung bahan berbahaya, jajanan anak-anak, daging-daging palsu yang mengandung babi. Entah berapa banyak alat-alat kosmetik, ice cream, cangkang kapsul-kapsul, mentega kita yang mengandung bahan dari babi. Dari gelatin babi. Amankah obat nyamuk bakar ataupun obatnyamuk elektrik kita di rumah?

Dan taukah teman, kenapa obat produk-produk barat sangat jarang membuat obat-obatan yang berasal dari kandungan MADU(QS.16:69), JINTAN HITAM (Nigela sativa / Habbatasauda), MINYAK ZAITUN(QS.16:11)? Karena mereka tahu bahwa khasiat maksimum tiga benda tersebut sebagai obat dan penjaga kesehatan manusia. Toh mereka tak menginginkan itu bukan?!

Dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, bersabda Rasulullah; Gunakanlah jintan hitam karena di dalamnya terdapat obat dari segala macam penyakit kecuali As Sam (maut). (HR.Bukhari-Muslim)

dan ada upaya lain di balik itu yaitu PENGENDALIAN JUMLAH PENDUDUK

kita di tuntut berusaha dengan mempersiapkan diri (ketaqwaan dan intelektualitas). Karena jika islam menguasai peradaban ini maka alam ini akan di liputi dengan segala keberkahan, segala nikmat segalah macam rezeki yang melimpah ruah, kedamaian. Itulah liputan rahman dan rahimnya Allah. Alam yang di atur dengan Alqur’an, warga bumi yang bertaqwa dan tsiqoh pada pemimpin dan kepemimpinan itu. “Ya Allah Dekatkanlah kami, dan jadikan kami orang-orang yang akan menjadi saksi atas kebangkitan itu”

Saya mohon maaf jika di anggap menjadi penyebar ketidak nyamanan bagi teman-teman sekalian. Dan saya Sengaja tidak banyak menyebutkan nama produk serta tidak banyak memberikan sumber-sumber informasi tersebut, saya khawatir salah informasi akan berakibat fitnah (mengingat kami hanya berusaha untuk mengamati dari, lingkungan serta sumber informasi yang ada yang penulis yakini). Mengingat pula sulitnya mencari media yang objektif (namun di yakini bahwa apa yang kami sampaikan di atas tadi InsyAllah sebuah kebenaran). sehingga kami hanya ingin agar teman-teman betul-betul meyakini dengan mencari sendiri sumber-sumbernya, karena bisa jadi ada yang akan menganggap ini hanya sekedar bualan (kami hanya ingin mengingatkan kita semua agar waspada).

Hanya saja saran bagi kita bersama
1. kita harus sadari bahaya menyergap kita dari berbagai arah, ia tak membunuh kita secara langsung melainkan dengan cara yang sangat halus. Kita harus waspada
2. Mengingatkan kita bersama terutama (penulis sendiri) pandai-pandai lah menjaga stamina dan kesehatan diri dengan mengkonsumsi bahan-bahan alami terutama meminum madu, habbatasauda, serta menghindari makanan-makanan yang banyak mengandung zat kimia. Karena sebagian besar penyakit berawal dari “butun” (perut) dan yang paling penting tatacara yang di ajarkan sunnah (bagaimana cara makan, cara tidur, banyak zikir, shaum atau puasa senin kamis juga shaum dhar pertengahan bulan, olah raga).
3. jika sakit utamakan obat-obat herbal, obat-obat dari tumbuhan (istilahnya sebagian orang menyebut obat-obat kampung) di banding obat-obatan kimia. Meminum jamu sangat di anjurkan (syukron for mbok jamu, he2)
4. mulailah berkenalan dengan obat-obat herbal yang sekarang banyak di pasarkan. Terutama yang berlisensi dan bermerek yang telah teruji dan islam pembuatnya
5. Tidak ada yang lebih baik dari semua itu melainkan kita mohon petunjuk dan pertolongan Allah serta bertawakal.

Kita berlindung kepada Allah sebagai pemelihara diri ini. Wallahualam bishowab

Di kutip dari Sharing Group di Facebook.  By K-Oktareza Aja

APAKAH KITA SUDAH DI AKHIR ZAMAN.

Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan di sini bukan terkait dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya, atau kejadian yang aneh-aneh lainnya, melainkan pola fikir manusia yang paradoks yang berkembang biak di akhir zaman ini.

Berikut ini adalah sebagian kecil dari berfikir paradoks yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, berfikir paradoks tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam dan para tokoh mereka. Di antaranya :


Bila seorang pengusaha atau pejabat tinggi melakukan korupsi milyaran dan bahkan triliunan rupiah, maka aparat penegak hukum dengan mudah mengatakan tidak ada bukti untuk menahan dan mengadilinya.

"Namun, bila yang mencuri itu seorang nenek atau masyarakat bawah (lemah), dengan mudah dapat ditangkap, disidangkan dan diputuskan hukuman penjara, kendati mereka mengambil hanya satu buah semangka atau tiga buah kakau, mungkin saja karena lapar."



Bila ada orang atau kelompok dengan nyata-nyata merusak dan melecehkan ajaran Islam yang sangat fundamental, seperti Tuhan, Kitab Suci dan Rasulnya, di negeri-negeri Islam, maka orang dengan gampang mengatakan yang demikian itu adalah kebebasan berpendapat, berekspresi dan menafsirkan agama.

"Namun, bila ada khatib, ustazd atau masyarakat Muslim mengajak jamaah dan umat Islam untuk konsiten dengan ajaran agamanya, maka orang dengan mudah menuduhnya sebabai khatib, penceramah atau ustazd yang keras dan tidak bisa berdakwah dengan hikmah, bahkan perlu dicurigai sebagai calon teroris."


Apa saja yang dituliskan dalam koran, dengan mudah orang mempercayainya, kendati itu hanya tulisan manusia dan belum teruji kebenarannya. Membaca dan mempelajarinya dianggap lambang kemajuan.

"Akan tetapi, apa yang tercantum dalam Al-Qur’an belum tentu dipercayai dan diyakini kebenarannya, kendati mengaku sebagai Muslim. Padahal Al-Qur’an itu Kalamullah (Ucapan Allah) yang mustahil berbohong. Kebenarannya sudah teruji sepnajang masa dari berbagai sisi ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul anggapan mengajarkan Al-Qur’an bisa mengajarkan paham terorisme."


Tidak sedikit manusia, termasuk yang mengaku Muslim yakin dan bangga dengan sistem hidup ciptaan manusia (jahiliyah), kendati sistem yang mereka yakini dan banggakan itu menyebabkan hidup mereka kacau dan mereka selalu menghadapai berbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para penguasa negeri mereka. Mereka masih saja mengklaim : inilah jalan hidup yang sesuai dengan akhir zaman.

Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam, maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu akan membawa kepada keterbelakangan, kekerasan dan terorisme, padahal mereka tahu bahwa Islam itu diciptakan oleh Tuhan Pencipta mereka (Allah) untuk keselamatan dunia dan akhirat dan Allah itu mustahil keliru dan menzalimi hamba-Nya.



Ketika seorang Yahudi atau agama lain memanjangkan jenggotnya, orang akan mengatakan dia sedang menjalankan ajaran agamanya.

Namun, saat seorang Muslim memelihara jenggotnya, dengan mudah orang menuduhnya fundamentalis atau teroris yang selalu harus dicurigai, khususnya saat masuk ke tempat-tempat umum seperti hotel dan sebagainya.

Ketika seorang Biarawati memakai pakaian yang menutup kepala dan tubuhnya dengan rapih, orang akan mengatakan bahwa sang Biarawati telah menghadiahkan dirinya untuk Tuhan-nya.

Namun, bila wanita Muslimah menutup auratnya dengan jilbab atau hijab, maka orang akan menuduh mereka terbelakang dan tidak sesuai dengan zaman, padahal mereka yang menuduh itu, para penganut paham demokrasi, yang katanya setiap orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.


Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar karena menjaga, merawat rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya karena ia rela berkorban dan tidak bekerja di luar rumah demi kepentingan rumah tangga dan keluarganya.

Namun, bila wanita Muslimah tingal di rumah menjaga harta suami, merawat dan mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya terjajah dan harus dimerdekakan dari dominasi kaum pria atau apa yang sering mereka katakan dengan kesetaraan gender.

Setiap mahasiswi Barat bebas ke kampus dengan berbagai atribut hiasan dan pakaian yang disukainya, dengan alasan itu adalah hak asasi mereka dan kemerdekaan mengekpresikan diri.

Namun, bila wanita Muslimah ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai pakaian Islaminya, maka orang akan menuduhnya eksklusif dan berfikiran sempit tidak sesuai dengan peraturan dan paradigma kampus atau tempat kerja mereka.

Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah pembinaan bakat, kecerdasan dan kreativitas sang anak.

Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan praktis agamanya, maka orang akan mengatakan bahwa pola pendidikan seperti itu tidak punya harapan dan masa depan.

Ketika Yahudi atau Nasrani membunuh seseorang, atau melakukan agresi ke negeri Islam khususnya di Paestina, Afghanistan, Irak dan sebagainya, tidak ada yang mengaitkannya dengan agama mereka. Bahkan mereka mengakatakan itu adalah hak mereka dan demi menyelamatkan masyarakat Muslim di sana.

Akan tetapi, bila kaum Muslim melawan agresi Yahudi atas Palestina, atau Amerika Kristen di Irak dan Afghanistan, mereka pasti mengaitkannya dengan Islam dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai pemberontak dan teroris .


Bila seseorang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain, maka semua orang akan memujinya dan berhak mendapatkan penghormatan.

Namun, bila orang Palestina melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan anaknya, saudaranya atau orang tuanya dari penculikan dan pembantaian tentara Israel, atau menyelamatkan rumahnya dari kehancuran serangan roket-roket Israel, atau memperjuangkan masjid dan kitab sucinya dari penodaan pasukan Yahudi, orang akan menuduhnya TERORIS. Kenapa? Karena dia adalah seorang Muslim.

Bila anak-anak Yahudi diajarkan perang dan senjata otomatis untuk membunuh kaum Muslimin Palestina, maka orang akan menegatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah upaya membela diri kendati mereka adalah agresor.

Namun, bila anak Palestina belajar melemparkan batu menghadapi prajurit Yahudi yang dilengakapi dengan tank dan senjata canggih lainhya saat menghancurkan rumah, masjid dan kampung mereka, maka orang akan menuduh mereka sebagai pelaku kejahatan yang pantas ditangkap, dipatahkan tangannya dan dipenjarakan belasan tahun.

Nah, inilah sekelumit keajaiaban manusia di akhir zaman ini. Bisakah kita mendapatkan pelajaran yang baik sehingga dapat menentukan sikap yang benar, atau kita akan jatuh menjadi korban keajaiban akhir zaman? Allahul musta’an

Source: www.eramuslim.com

Kontroversi Film 2012: Antara Fakta dan Mitos (Tamat)

Salah satu sebab bencana besar yang terjadi menimpa Bumi, seperti yang diperlihatkan oleh film 2012 dan juga film Knowing adalah meningkatnya aktivitas debu matahari di tahun tersebut. Hal ini sesuai dengan ramalan bangsa Maya yang ribuan tahun silam telah menyatakan jika mendekati tahun 2012, aktivitas debu matahari akan meningkat dan medan panasnya akan berimbas pada pemanasan iklim planet-planet di dekatnya termasuk Bumi. Apakah badai matahari ini benar?

Ternyata, peningkatan badai matahari atau ada yang menyebutnya sebagai Tsunami Matahari adalah benar adanya. Banyak lembaga penelitian independen maupun yang dikelola pemerintah telah mengkonfirmasi hal ini.

LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) menyatakan jika pihaknya telah memantau fenomena 2011-2012 terkait peningkatan aktivitas badai matahari sejak tahun 1975, sedangkan dunia internasional telah melakukan hal itu sejak 1960-an. Prediksi peningkatan badai matahari yang berpuncak pada tahun 2011-2012 tersebut didasarkan pada pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di berbagai negara maju.

Badai matahari akan terjadi jika timbul flare dan Corona Mass Ejection (CME). Flare merupakan ledakan besar di atmosfer Matahari yang dahsyatnya sebanding dengan 66.000.000 kali ledakan bom atom Hiroshima yang merenggut nyawa 80.000 manusia seketika itu juga dan meracuni semua mahluk di lingkaran perimeternya selama puluhan tahun. CME sendiri akan melontarkan jutaan hingga miliaran partikel-partikel kecil yang tentu saja mengandung hawa sangat panas dengan kecepatan sekira 400 kilometer perdetik.

Badai matahari akan langsung mempengaruhi magnet dan atmosfir Bumi, yang selanjutnya akan menimbulkan dampak atau ganguan sangat serius di dalam sistem kelistrikan Bumi, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS), dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), dan sangat mungkin membahayakan kesehatan manusia, antara lain alat-alat kedokteran akan tergangu semisal alat pacu jantung.

Menurut perhitungan para ahli, miliaran partikel matahari itu akan tiba di lapisan ionosfer Bumi dalam waktu hanya empat hari. Mengantisipasi hal itu, LAPAN tengah membangun Pusat Sistem Pemantau Cuaca Antariksa Terpadu di pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN Bandung, Jawa Barat. Objek yang dipantau antara lain lapisan Ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio.
Dampak sangat serius badai matahari terhadap sinyal, satelit, dan semua alat elektronik yang mengandalkan udara sebagai penghantarnya, mengingatkan kita semua akan salah satu petunjuk Rasul Saw jika di hari akhir nanti semua peralatan elektronik akan lumpuh total dan manusia akan berperang kembali menggunakan pedang, panah, dan tombak. Apakah ini yang dimaksudkan Beliau Saw? Wallahu’alam bishawab.

Benua Afrika Selamat?

Di bagian akhir film 2012, dikatakan jika Benua Afrika terangkat dan selamat dari bencana tsunami raksasa. Afrika menjadi tempat perlindungan umat manusia dari bencana tersebut dan menjadi wilayah untuk memulai hidup dan peradaban yang sama sekali baru. Benarkah itu?
Apa yang dikatakan film 2012 tentang Benua Afrika memang diyakini sejumlah kelompok survivalis dunia. Mereka sejak bertahun-tahun lalu telah melakukan perpindahan, dari Eropa, Asia, Amerika, untuk memulai hidup baru di Afrika. Seperti halnya Robert Bast—pendukung hari kiamat berkewarganegaraan Australia pengelola situs Web Dire Gnosis yang didedikasikan untuk mengumumkan bencana 2012 mendatang—yang telah pindah ke Afrika (Lawrence E. Joseph; 2007).

Ironisnya, penelitian ilmiah tentang Afrika berkata sebaliknya. Pada 14 September 2005, hanya sehari setelah terjadi letupan kelas X kesepuluh pada matahari yang membubung dari matahari ke tata surya, terjadi gempa bumi hebat di Boina, wilayah terpencil di Ethiopia, yang kira-kira 430 kilometer di timur laut ibukota Addis Ababa. Gempa ini menimbulkan rekahan pada tanah sepanjang 60 kilometer. Semula kecil, namun kian lama rekahan ini kian lebar hingga tiga pekan berikutnya menjadi empat meter, dan terus melebar hingga sekarang. Para peneliti dari Ethiopia, Inggris, Perancis, Italia, dan Amerika Serikat yakin jika rekahan ini merupakan awal mula bagi proses pemecahan beua Afrika menjadi dua bagian atau lebih.

“Kami yakin tengah menyaksikan kelahiran cekungan laut baru,” ujar Dereje Ayalew, peneliti dari Universitas Addis Ababa. Ayalew memimpin satu tim peneliti multinasional yang beranggotakan delapan belas yang mengawasi Boina.

Lawrence E. Joseph menulis di dalam Apocalypse 2012, “(Jika Anda ingin mengetahui bencana besar ini), amati saja rekahan Boina baik-baik, hanya itu yang perlu saya katakan.”

Entah kebetulan atau tidak, bencana besar seperti yang dikisahkan dalam film 2012 juga berawal dari gempa bumi yang menyebabkan rekahan bumi yang tiba-tiba muncul dan memanjang dan terus membesar hingga mampu menenggelamkan kota. Bisa jadi, Roland Emerich, sang sutradara film tersebut terinspirasi oleh fenomena alam yang sangat tidak biasa yang terjadi di Ethiopia tersebut.

Umat Islam Akan Selamat Dari Kiamat

Siapa pun tidak akan menyangsikan jika hari kiamat itu akan terjadi dan kejadiannya akan amat sangat dahsyat dan mengerikan. Allah Swt sendiri di dalam kitab suci al-Qur’an telah memberikan gambaran kepada umat manusia tentang kedahsyatan hari kiamat tersebut di mana bumi digulung bagaikan permaidani, gunung-gunung beterbangan bagaikan kapas yang ditiup angin, dan sebagainya. Namun segala kengerian dan kedahsyatan tentang hari kiamat tersebut sama sekali tidak akan mengenai umat Islam seluruh dunia. Seluruh manusia yang masih bersyahadat di dalam hatinya, tidak akan mengalami kejadian mengerikan tersebut. Umur umat Islam akan habis sebelum terjadinya hari yang menakutkan tersebut.

Dalam proses tahapan hari akhir, Alah Swt dan Rasul Saw telah memberikan petunjuk bagi kaum Muslimin jika hari akhir itu akan terjadi sederetan peristiwa besar, seperti kemunculan Dajjal, Imam Mahdi dan turunnya kembali Nabi Isa a.s., terbunuhnya Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj, masa-masa aman, terbitnya matahari dari Barat dimana hari itu menjadi pembatas iman dan kufur, keluarnya binatang dari perut bumi yang dapat bicara, keluarnya asap, dan berhembusnya angin yang lembut dari Yaman (ada jga yang menyatakan dari Syam) yang mengakhiri umur umat Islam sedunia.

“Tiba-tiba Allah mengirimkan angin yang baik, lantas menerpa ketiak mereka (orang Muslim dan Mukmin), kemudian mengambil ruh tiap-tiap orang Muslim dan Mukmin, dan tingallah manusia-manusia jahat yang keadaannya kacau-balau seperti himar. Maka pada zaman itulah kiamat akan terjadi” (HR. Muslim, Bab Dzikru Dajjal 18:70).
Setelah seluruh kaum Muslimin meninggal semua diakibatkan bertiupnya angin lembut tersebut, maka barulah terjadi kiamat yang sangat dahsyat dan menakutkan. Semua manusia yang kufur dan musyrik akan mengalami hari yang mengerikan tersebut.

Semua orang Islam akan meninggal di hari akhir dengan penuh kelembutan, sangat beda dengan orang-orang kufar yang akan mengalami hari yang sangat menakutkan sebelum meninggal dunia. Sebab itu, satu-satunya ibrah yang bisa diambil dari film-film tentang hari akhir adalah hendaknya kita semua kembali ke jalan yang benar, yang diridhoi Allah Swt. Hanya Alah Swt Yang Maha Tahu Segala Sesuatunya di alam semesta ini.

Source: www.eramuslim.com

Banjir Besar Di Jeddah Dan Tanda-Tanda Kiamat

Bencana berupa banjir besar di Jeddah beberapa waktu yang lalu telah menimbulkan kehebohan. Peristiwa yang terjadi persis pada saat jamaah haji sedang bersiap-siap untuk wukuf di Arafah tentunya tidak terlepas dari fenomena global climate change (perubahan iklim dunia) khususnya global warming (pemanasan global). Global warming telah menimbulkan berbagai anomali iklim di berbagai sudut dunia. Di satu sisi negeri-negeri yang biasanya dibasahi hujan mengalami kekeringan yang luar biasa. Sementara itu negeri-negeri yang biasanya diterpa panas disertai kelembaban udara rendah justru diguyur hujan hingga kadangkala mengakibatkan banjir. Untuk kasus Jeddah maka fenomena kedualah yang terjadi. Namun bolehkah kita merasa puas hanya dengan penjelasan ilmiah para pakar klimatologi dan laporan resmi institusi seperti BMKG?

Seorang muslim yang rajin membaca dan beriman kepada Kitabullah Al-Quran Al-Karim dan hadits-hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tidak akan begitu saja menerima penjelasan para pakar. Mereka selalu berusaha merujuk dan mencari jawaban dari dua sumber utama kehidupannya, Kitabullah was-Sunnah.

Penulis sendiri berpendapat setidaknya ada tiga dalil yang perlu menjadi perhatian kita. Satu dalil bersifat umum dan berlaku sepanjang masa. Dua sisanya terkait dengan fenomena dan tanda-tanda semakin dekatnya Hari Kiamat.

Pertama, secara garis besar Allah telah mengingatkan bahwa keimanan dan ketaqwaan penduduk suatu daerah akan memastikan datangnya keberkahan Allah baik dari langit (atas) maupun dari bumi (bawah).

 وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا

عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS Al-A’raaf ayat 96)

Namun sebaliknya, Allah juga peringatkan, bila sikap dominan suatu kaum justeru mendustakan ayat-ayat Allah, maka Allah tidak segan-segan mendatangkan siksa dan derita bagi kaum tersebut. Ini merupakan suatu sunnatullah yang pasti dan jelas. Sehingga di dalam ayat yang sama itu pula Allah langsung menegaskan melalui firmanNya:

 وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا

عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al-A’raaf ayat 96)

Kita tentunya tidak ingin dan tidak berhak untuk menghakimi bahwa segenap penduduk kota tua Jeddah itu telah ramai-ramai menjadi pendusta ayat-ayat Allah. Namun boleh jadi sikap korup, gemar bermaksiat dan lalai sebagian warganya telah menjadi faktor pengundang bencana. Apalagi jika sebagian warga dimaksud adalah justru fihak yang berwenang alias para pejabat pemkot-nya. Maka sudah sepatutnya peringatan Allah pada ayat-ayat berikutnya menjadi perhatian utama semua fihak.

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ

   أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

 أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ

 أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَنَطْبَعُ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

”Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?” (QS Al-A’raaf ayat 97-100)

Kedua, perlu diketahui bahwa jika kecenderungan perubahan iklim global berlanjut terus seperti yang terjadi dewasa ini, maka tidak mustahil anomali iklim seperti yang terjadi kemarin di Jeddah akan berulang kembali pada tahun-tahun yang akan datang. Akan semakin sering turun hujan dengan guyuran yang tidak seperti biasanya di bumi Arab. Bila ini benar, maka masyarakat di tanah Arab harus semakin mengantisipasi kemungkinan banjir tahunan. Dan wilayah yang sering diguyur hujan tentunya akan menjadi wilayah yang potensial menjadi subur dan tidak lagi dihiasi padang pasir seperti jazirah Arab dewasa ini. Tidak mustahil dalam jangka panjang justeru tanah Arab akan dihiasi oleh padang rumput bahkan aliran sungai.

Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah memprediksi bahwa di antara tanda-tanda semakin dekatnya hari Kiamat ialah bilamana tanah Arab kembali dihiasi oleh padang rumput dan aliran sungai-sungai. Ungkapan ”kembali” mengisyaratkan bahwa memang pada asalnya tanah Arab itu wilayah yang subur tidak tandus seperti yang kita saksikan dewasa ini. Subhanallah...

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

”Tidak akan datang hari Kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi rerumputan dan sungai-sungai.” (HR Ahmad)

Saudaraku, berarti memang benarlah kita dewasa ini telah berada di Akhir Zaman. Tanda-demi tanda Akhir Zaman bermunculan di sekitar kita. The clock is ticking forward...! Jarum jam berputar terus kian hari kian mengingatkan kita akan dekatnya hari Kiamat. Demikianlah Allah senantiasa ingatkan kita melalui firmanNya seperti:

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

”Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya.” (QS Al-Ahzab ayat 63)

Ketiga, beberapa pihak juga mensinyalir bahwa bencana banjir besar Jeddah merupakan teguran Allah swt terhadap pemerintah Arab Saudi yang dekat dan akrab-mesra dengan Barat—terutama Amerika. Padahal Amerika dewasa ini menjadi Fir’aun Modern yang nyaris mengumumkan dirinya tuhan penguasa dunia yang maha kuasa dan maha perkasa.  Negeri muslim Kerajaan Arab Saudi di mana terdapat dua kota suci utama (Mekkah dan Madinah) raja dan para pangerannya takluk kepada kemauan fihak Barat. Sehingga tidak mengherankan saat terjadinya penzaliman Yahudi Zionis Israel kepada saudara-saudara kita di Gaza-Palestina awal tahun 2009 kemarin, negara kerajaan Arab Saudi tidak menunjukkan keberfihakannya kepada Palestina. Malah sebaliknya mereka bersama Mesir dan Jordan bermain mata alias berkolaborasi dengan musuh ummat Islam, yaitu Israel.

Arab Saudi merupakan wilayah terbesar dari jazirah (semenanjung) Arabia. Kerajaan ini memiliki bendera yang tertera padanya kalimat Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullah lengkap dengan pedangnya. Namun semua orang tahu betapa banyaknya kezaliman yang berlangsung di dalamnya.

Berapa banyak TKW Indonesia yang dilaporkan mengalami penganiayaan oleh para majikan Arabnya. Kerajaan ini mewajibkan jamaah haji seluruh dunia untuk divaksinasi Meningitis terlebih dahulu, padahal serumnya mengandung enzim dari hewan babi yang najis.  Arab Saudi membungkam para ulamanya yang menghidupkan kesadaran dan semangat berjihad fi sabilillah. Bahkan mencekal para ulamanya yang menunjukkan permusuhan kepada Amerika dan Israel.  Belum lagi para raja dan pengerannya mempertontonkan hedonisme gaya hidup mewah cinta dunia yang sungguh mencerminkan ketidakpedulian dan empati terhadap sebagian besar ummat Islam di berbagai negeri lainnya yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Dalam kaitan dengan ini Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah memprediksi bahwa kedatangan Imam Mahdi  di Akhir Zaman akan ditandai dengan berlangsungnya perang demi perang antara pasukan Islam yang dipimpinnya dengan pasukan kafir dan munafiqun yang dipimpin oleh para Mulkan Jabriyyan (para penguasa diktator yang memaksakan kehendak sambil mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya). Dan jika kita merujuk kepada hadits mengenai periodisasi perjalanan sejarah Ummat Islam di akhir zaman, maka kita dapati bahwa dewasa ini kita sudah berada di babak keempat dari perjalanan tersebut. Babak keempat merupakan babak kepemimpinan para Mulkan Jabriyyan di seantero dunia, baik itu di negeri-negeri berpenduduk mayoritas muslim, apalagi di negeri-negeri berpenduduk mayoritas kafir. Ini merupakan era penuh kezaliman dan kesewenang-wenangan, era paling kelam dalam sejarah Islam.

Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memberikan kabar gembira dengan bakal datangnya Imam Mahdi. Pemimpin ummat Islam di akhir zaman ini akan memindahkan kita dari kondisi dunia penuh kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju keadilan dan kejujuran. Artinya beliau akan mengantarkan kita semua kepada peralihan dari babak keempat menuju babak kelima, yaitu tegaknya kembali Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan Berdasarkan Manhaj / Metode Kenabian). Bahkan tidak sedikit ulama yang berpandangan bahwa Al-Mahdi bakal menjadi Khalifah Rasyidah ummat Islam di akhir zaman setelah beliau dengan pasukannya diizinkan Allah menaklukkan peradaban modern kuffar Sistem Dajjal.

الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ

 قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ

“Al-Mahdi dariku (keturunanku). Lebar dahinya dan mancung hidungnya. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana bumi sebelumnya dipenuhi dengan penganiayaan dan kezaliman. Ia akan memimpin selama tujuh tahun.” (HR Abu Dawud)

Yang menarik ialah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam juga memprediksi bahwa peralihan kondisi dunia dengan hadirnya Al-Mahdi akan diwarnai dengan huru-hara yang menghebohkan. Karena peralihan tersebut tidak berlangsung mulus dan lancar, melainkan diwarnai dengan pertumpahan darah dan pertikaian. Perang demi perang akan dilancarkan oleh fihak pasukan Imam Mahdi. Sekurangnya ada empat perang yang bakal beliau pimpin dan menangkan. Namun yang paling membangkitkan bulu roma kita ialah berita dari Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bahwa perang paling pertama merupakan perang pembebasan jazirah Arab. Sedangkan Kerajaan Arab Saudi merupakan wilayah terbesar dari jazirah (semenanjung) Arabia.

تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ


ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ

“Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah memenangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Persia sehingga Allah memenangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allah memenangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allah memenangkan kalian atasnya.” (HR Ahmad)

Sungguh saudaraku, persiapan setiap muslim bersama keluarganya untk menghadapi keadaan penuh huru-hara tersebut sudah selayaknya kita prioritaskan. Memang, jadwal perisis episode demi episode semua kehebohan tersebut hanya Allah yang tahu, tapi apa salahnya kita bersiap-siaga sedini mungkin? Jangan sampai kita termasuk mereka yang terus-menerus tidak peduli dengan peristiwa yang berlangsung di sekitar kita padahal ia termasuk bagian dari tanda-tanda semakin senjanya usia dunia fana ini. Boleh jadi kiamat sudah dekat, saudaraku.

 فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً

فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ

”Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” (QS Muhammad ayat 18)

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh salah satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) atau mati syahid. Amin ya Rabb.

Source: www.eramuslim.com


Motivasi Islam

Ini bukan tentang keluarga Stuart Little, ini tentang sebuah keluarga tikus dengan 8 anaknya yang masih belajar mencari makanan. Kebetulan ini adalah keluarga tikus rumahan, yang mencari makanan dari sisa-sisa makanan manusia. Ada dua anak tikus si belang dan si putih menemukan sepotong keju. Namun ada pertanyaan besar bagi kedua anak tikus tersebut, sehingga mereka ragu mengambil keju tersebut.

Apa yang membuat mereka ragu? Sebab keju tersebut tidak terletak di lemari. Padahal mereka biasa mencuri makanan dari lemari.
“Jangan-jangan, keju itu busuk dan dibuang.” kata si putih.
“Tidak, meski dari kejauhan saya mencium kalau keju itu masih segar. Pasti enak.” kata si belang.
“Tapi, warnanya kusam.” bantah di putih.
“Bukan warna yang menentukan, tetapi aromanya.” kata si belang.
“Ya sudah, kita ambil saja!” kata si putih.
“Boleh, tapi ukurannya kecil. Paling cukup untuk kita berdua.” kata si belang.
“Bukankah kata ayah, kita harus berbagi. Kita masih punya 6 saudara.” kata si putih.
“Tapi percuma dibagi-bagi, nanti kebagian sedikit.” kata si belang.
“Cukuplah, tidak kecil-kecil banget. Kita semua bisa kenyang.” kata si putih.
“Iya sih, kalau untuk sekali makan akan kenyang. Tapi untuk 3 kali, terasa kurang.” kata di belang.
Ternyata, ayah mereka mendengar pembicaraan kedua anaknya ini.
“Anak-anaku, apa yang kalian bicarakan adalah benar. Tetapi tidak benar seutuhnya.” sela ayahnya.
“Apa maksud ayah?” kata si putih.
“Kalian terlalu fokus pada kejunya. Kalian harus melihat masalah dengan pandangan yang lain. Ini menyangkut hidup mati kalian.” jelas ayahnya. Tapi kedua anaknya yang belum pengalaman, malah heran dan kebingungan.
“Saya tidak mengerti, ayah.” kata si belang mengernyitkan dahinya.
“OK, tunjukan dimana kalian menemukan keju tersebut.” kata ayahnya.
Kedua anak tikus tersebut mengantar ayahnya menuju letak keju.
“Apa yang kalian lihat?” tanya ayahnya menguji pandangan anak-anaknya.
“Keju, ayah!” jawab kedua anaknya serempak.
“Coba lihat lagi!” kata ayahnya sambil tersenyum. Kedua anaknya memperhatikan keju dengan seksama, tetapi mereka tetap bingung karena tidak ada yang aneh. Melihatnya anaknya kebingungan, ayah mengajak naik ke sebuah meja.
“Nah, sekarang lihat diatas meja ini. Apa yang kalian lihat?” tanya ayahnya.
“Saya melihat sebuah alat dimana ada keju di dalamnya.” jawab si putih.
“Oh iya, baru terlihat.” lanjut si belang. “Alat apa itu ayah?” tanya si belang.
“Itu adalah pertanyaan yang bagus. Kalian sudah tidak terfokus pada kejunya lagi, tetapi pada sistem yang lebih besar. Pertanyaan kalian ini akan menyelamatkan hidup kalian. Alat itu adalah perangkap. Jika kalian mengambil kejunya, ada senjata yang akan membunuh kalian.” jelas ayahnya.
Terang saja, kedua anak tikus ini terperanjat. Kaget bukan kepalang. Tidak terpikirkan sebelumnya. Mereka hanya fokus pada keju.
“Jika kalian melihat secara utuh, pertanyaan kalian akan benar dan akan menyelamatkan kalian. Jangan fokus pada pandangan sempit dan mengambil keputusan dari pandangan tersebut. Dari perbedaan cara pandang ini, bisa menentukan hidup matinya kalian.” jelas ayahnya dengan tatapan kasih kepada kedua anaknya.


(motivasi islam)

Rahasia Sehat RAsululloh SAW

AgApa sih rahasianya? Berikut ini adalah muwashoffat hidup sehat beliau

1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH
Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan
sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain :
- Berlimpah pahala dari Allah SWT
- Kesegaran udara subuh yg bagus untuk kesehatan / terapi penyakit TB
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.

2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasulullah SAW selalu sentiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan pemakai harum-haruman” (HR Muslim).

3.TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN
Sabda Rasulullah SAW : “Kami adalah sebuah kaum yang tidak
makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)“, (Muttafaq Alaih).
Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.

4. GEMAR BERJALAN KAKI
Rasulullah SAW selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.


Apa resep yang dipergunakan Nabi Muhammad SAW?

Pertama
Nabi Muhammad SAW makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Beliau makan untuk keperluan hidup, bukan hidup untuk makan.

Kedua
Nabi Muhammad SAW bila marah tanpa emosi, meskipun dengan tujuan positif. Marah yang disertai dengan emosi, tidak menunjukkan keikhlasan dan kecintaan terhadap yang dimarahinya. Beliau marah seratus persen karena Allah SWT. Marah beliau seperti marah seorang ayah terhadap anak yang sedang main-main dengan senjata tajam. Artinya, marah beliau hanya tampak dari wajah, tetapi nurani Rasulullah SAW menunjukkan sikap kasih sayang.

Ketiga
Muhammad SAW tidak pernah minum sambil bernapas. Air yang beliau minum selalu dari wadah tertutup. Menurut beliau, air dari wadah terbuka mudah terkena debu.

Keempat
Muhammad SAW tidak mudah tersugesti bila dihadapkan pada suatu kondisi (kesehatan) yang tidak menguntungkan. Karena bagi beliau, gampang terpengaruh tidak menunjukkan sikap sabar. Maksud sugesti di sini ialah menanggapi suatu situasi yang menimpa tubuh dengan perasaan secara berlebihan.

Sumber: Buku Pola makan Rosulullah
By: Farmasi Islam Internasional

ARTI KEJUJURAN

Oleh : Hilda Hima

 Abdullah bin Dinar meriwayatkan, suatu hari ia melakukan perjalanan bersama Khalifah Umar bin Khathab dari Madinah ke Mekah. Di tengah jalan mereka berjumpa dengan seorang anak gembala yang tampak sibuk mengurus kambing-kambingnya. Seketika itu muncul keinginan Khalifah untuk menguji kejujuran si gembala. Kata Khalifah Umar, “Wahai gembala, juallah kepadaku seekor kambingmu....”
.... “Aku hanya seorang budak, tidak berhak menjualnya,” jawab si gembala.
...“Katakan saja nanti kepada tuanmu, satu ekor kambingmu dimakan serigala,” lanjut Khalifah.
Kemudian si gembala menjawab dengan sebuah pertanyaan, ...“Lalu, di mana Allah?”...

Khalifah Umar tertegun karena jawaban itu. Sambil meneteskan air mata ia pun berkata,
... “Kalimat ‘di mana Allah’ itu telah memerdekakan kamu di dunia ini, semoga dengan kalimat ini pula akan memerdekakan kamu di akhirat kelak.” ...

Kisah di atas merupakan gambaran pribadi yang jujur, menjalankan kewajiban dengan disiplin yang kuat, tidak akan melakukan kebohongan walau diiming-imingi dengan keuntungan materi.

Islam menganjurkan berlaku jujur bagi setiap orang –apa pun profesinya– dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Nabi Muhammad saw menegaskan, “Berlaku jujurlah, karena sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan sesungguhnya kejujuran itu menuntun ke surga. Dan jauhilah dusta, karena dusta itu menyeret kepada dosa dan kemungkaran, dan sesungguhnya dosa itu menuntun ke neraka.” (HR Bukhari).

Berlaku jujur memang sulit manakala ia berbenturan dengan kepentingan-kepentingan tertentu yang bersifat duniawi. Orang rela mengorbankan kejujurannya demi kepentingan materi, pangkat, jabatan dan semacamnya. Yang tergambar dalam pikirannya bahwa dengan banyaknya materi yang dia miliki segera akan dihormati orang banyak, dengan ketinggian jabatan dan kedudukan yang dia sandang serta merta mendapatkan penghargaan dan prestise di masyarakat.


Dari sini maka muncullah spekulasi kebohongan untuk maksud asal bapak senang, menghalalkan segala cara, menumpuk kekayaan di atas keprihatinan orang lain, tidak peduli akan terjadinya kesenjangan sosial, dan meningkatnya angka kemiskinan. Alhasil, kebohongan demi kebohongan dengan mudah ia lakukan demi kesenangan dan kenikmatan sesaat.


Dalam kaitannya dengan kejujuran ini, ada seorang sahabat masuk Islam, yang sebelumnya sangat gemar melakukan dosa besar –berzina, berjudi, merampok, dan lain-lain. Dengan sangat jujur dia ceritakan perbuatannya ini di hadapan Rasulullah. Setelah Nabi memahami apa yang ia kisahkan itu, beliau memberi fatwa kepada sahabat ini dengan satu kalimat pendek, “Jangan berbohong.”


Awalnya, ia menganggap begitu sepele permintaan Rasulullah ini, namun ternyata implikasinya begitu indah, mampu membebaskannya dari segala perbuatan dosa. Setiap ada keinginan berbuat dosa, ia selalu teringat pada nasihat Nabi saw.


Sedangkan untuk berkata jujur bahwa ia telah berbuat kejahatan, ia malu dengan dirinya sendiri. Akhirnya, dengan kesadaran penuh ia pun meninggalkan segala perbuatan dosa dan menjadi pengikut setia Rasulullah... Subhanallah...

Tak Senilai Sayap Nyamuk


“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakanmu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakanmu dalam (mentaati) Allah.” (QS. Luqman: 33)

Dunia memang indah. Warna-warni alamnya teramat sulit dilukiskan dengan kata-kata. Hiasan-hiasannya bagaikan magnet yang mampu menarik siapa pun di sekelilingnya. Pesonanya bisa memukau mata manusia mana pun yang menatapnya dengan penuh harap. Mereka pun berkhayal, andai dunia tak pernah berpisah.

Kenikmatan yang berlimpah kadang bisa lebih berbahaya dari musibah terburuk apa pun. Seorang hamba Allah mungkin bisa bertahan dengan siksaan dan penjara. Tapi, belum tentu ia mulus dengan cobaan banyaknya harta. Berbahagialah hamba Allah yang kaya dan senantiasa bersyukur.

Jangan pernah bergeser dari niat yang ikhlas

Ikhlas adalah dasar diterima atau tidaknya sebuah amal. Apalah arti sebuah prestasi jika Allah swt. tidak menganggapnya sebagai sebuah bakti. Mungkin, manusia bisa tertipu dengan hiasan-hiasan amal yang ditampilkan. Tapi, Allah Maha Tahu apa yang tersembunyi di balik hati seorang hamba. Sekecil apa pun.

Keanggunan hiasan dunia kadang membuat hati manusia tertipu, terpedaya. Buat siapa pun, termasuk hamba Allah yang giat beramal. Bahkan, seorang sahabat Rasul sekali pun. Kisah kurang amanahnya pasukan pemanah pimpinan Abu Ubaidah pada Perang Uhud memberikan pelajaran tersendiri. Mereka siap menempuh bahaya seganas apa pun. Tapi, tak sesiap itu ketika menatap lambaian ghanimah. Kenikmatan dunia memperdaya mereka, merontokkan komitmen mereka terhadap perintah Rasul: “Apa pun yang terjadi, kalian harus tetap di bukit ini!”

Tidak heran, jika Allah swt. mengajarkan Thalut untuk menguji kesetiaan pasukannya dengan sungai. Buat kondisi jazirah Arab yang panas, sungai merupakan perwujudan standar dari bentuk kenikmatan dunia: menggiurkan di saat dahaga, menyejukkan di saat panas terik membakar. Kalau pada takaran standar saja mereka rontok, apatah lagi dengan kenikmatan yang lebih besar. Dan peperangan yang akan mereka hadapi bukan sekadar menumbangkan Jalut, tapi mengendalikan diri dari hamparan kenikmatan yang dimiliki Jalut. Mampukah?

Amru bin Ash r.a. di saat menghadapi akhir hayatnya pun menyadari. Betapa ia yang pernah berjuang bersama Rasulullah saw., menghunus pedang untuk membantai musuh-musuh Islam dengan pengorbanan yang tidak kecil, pun akhirnya bisa terpedaya dengan nikmatnya kekuasaan. Sebuah bagian dari kenikmatan dunia yang belum seberapa.

Tidak ada yang mampu mengawasi jati diri seorang hamba kecuali Allah dan dirinya sendiri. Dirinyalah yang tahu, apakah niatnya masih lurus. Atau, sudah bergeser. Dan kelak, ia akan menuai amal yang pernah ia tanam. Bagus atau buruk.

Biasakan untuk senantiasa memberi, bukan sebaliknya

Manusia memang tak bisa lepas dari tarikan dunia. Karena, sebagian dirinya berasal dari unsur tanah yang berarti bagian dari wujud dunia. Ia butuh makan, minum, tempat tinggal, pasangan, keluarga, status sosial, dan sebagainya. Tinggal, bagaimana ia mengelola keakrabannya dengan dunia.

Orang yang akrab dengan sesuatu biasanya akan cinta. Dan cinta menjadikan seseorang sulit dipisahkan dengan yang dicintai. Karena itu, sebelum seseorang terlanjur mencintai dunia, ia harus melatih diri untuk secara rutin berpisah. Biar kecil, tapi rutin.

Di situlah mungkin, di antara hikmah Allah swt. mewajibkan infak buat orang-orang yang beriman. Tak ada keuntungan sedikit pun buat Allah. Karena, tak satu pun benda di alam ini melainkan dari-Nya. Semua manfaat itu akan kembali kepada manusia itu sendiri.

Sekilas, memberi terasa merugikan. Karena, ada bagian kepemilikannya yang dikorbankan buat orang lain. Tapi, justru di situlah seorang yang mudah memberi akan merasakan manfaat. Selain menyeimbangkan keakrabannya dengan dunia, memberi adalah bentuk investasi lain buat kepemilikan yang lebih berharga dari materi yang ia korbankan. Selain balasan dari Allah, ia akan mendapatkan nilai sosial lebih. Harga sosialnya akan semakin mahal, tanpa ia sadari.

Allah swt. berfirman, “Ada pun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (QS. Al-Lail: 5-7)

Turunan dari memberi begitu banyak. Rasulullah saw. sering menganjurkan kita untuk bersedekah, memberi hadiah, menolong orang yang kesulitan dana, mengurus anak yatim, dan lain-lain. Karena itu, bersikaplah untuk senantiasa siap memberi buat orang lain. Bukan, berharap-harap apa yang mesti orang lain berikan kepada kita.

Jadilah seperti seorang penjual, bukan pembeli

Perbedaan mendasar antara seorang penjual dengan pembeli adalah sikap mental. Seorang penjual punya sikap pelayanan. Dan pembeli punya sikap memilih-milih, tidak merasa perlu. Apa pun yang dituntut pembeli, penjual akan menyesuaikan diri. Bahkan, ia harus siap dicela, dimarahi pembeli, tanpa memperlihatkan reaksi ketidaksukaan. Apalagi perlawanan. Dan, manajemen moderen membenarkan itu.

Begitu pun dalam beramal. Kehidupan seorang hamba Allah di dunia ini tak lain adalah seorang penjual. Dan Allahlah Si Pembeli. Pembeli bisa menentukan kriteria apa saja atas barang yang dibeli. Dan penjual wajib memenuhi, jika dagangannya mau terjual.

Allah swt. berfirman dalam surah At-Taubah ayat 111, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Alquran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka, bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”

Tak ada satu penjual pun yang santai-santai saja menyambut tawaran harga tinggi dari seorang pembeli. Dan harga apalagi yang lebih tinggi dari surga yang penuh kenikmatan. Dan satu lagi. Tak ada penjual yang sedemikian cintanya dengan dagangannya sehingga ia tak akan pernah menjual. Teramat bodoh seorang penjual yang bersikap, “Biarlah saya tak untung, yang penting barang dagangan yang saya cintai tak terjual!” Saat itu, ia bukan lagi seorang penjual. Tapi, penikmat.

Seorang hamba Allah yang cerdas tak akan terpedaya dengan dunia. Seindah apa pun, ia tampil. Segemerlap apa pun dunia bersolek. Karena dalam pandangan Allah, dunia tak senilai saya nyamuk. Rasulullah saw. bersabda, “Andaikan dunia itu senilai dengan sayap nyamuk di sisi Allah, maka Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air dari dunia.” (HR. Tirmidzi)

Postingan Lama