Public's Blog Temukan yang Kamu cari
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service
Selamat datang...Welcome...Hua^nyi'ng Gua^ngli'n...Yo-koso...Hwangyong-Hamnida!

10.27.2011

Menghadapi Generasi 4L@Y yang Melek.

10.27.2011
1 comments

   
Alay
From Wekickpedia Wiki @kaskusser.

Alay atau anak layangan adalah orang-orang kampung norak yang baru bisa berlagak jadi KOOL (bukan cool, tapi KOOL = KOalitas Orang Lowclass). Alay sering di identikkan dengan narsisme, kenorakan, dan ya... apapun yang buruk. Alay merupakan kanker yang perlahan membunuh negara Indomienesia dan merusak imagenya. Dalam ilmu sosiologi, dikenallah strata yang berarti tingkatan seseorang/kelompok dalam suatu komunitas dan alaylah yang menempati strata terbawah dalam negara Indonesia dan sampai kapanpun strata mereka tidak akan bertingkat bahkan bisa turun apabila ada golongan baru, seperti pelermu itu doy kalo ga pake kolor, mau diapain juga bolanya nggantung terus disana ga akan penah naik. Dan kalau ada golongan baru kamu itu seperti orang turun berok tidak pake kolor, uda turun tambah turun.

Alay itu murahan, maka kalian dapat menemukan alay dimana-mana kemanapun kalian berjalan di Indonesia, menjadi alaypun murah dan dapat instant dianggap keren, jadi dengan alasan itu alaypun juga seperti jamur karena tersebar dimana-mana asal ada hal yang mendukung, yaitu narsisme berlebihan, kenorakan, dan sedikit uang buat beli barang-barang fashyuunZ supaya bisa jadi KOOL.
 
Mau kritikan yang pedes akan merebaknya @LAyers lagi lihat disini

T U L I S A N
> - iya : ia, iaa, ay, etc
> - kamu: kamuh, kammo, kamoh, kamuwh, kamyu, qamu, etc
> - aku : akyu,aq,akko,akkoh,aquwh,quh, etc
> - maaf: mu'uph,muphs,maav,etc
> - sorry: cowyie,cory,tory(?),etc
> - add : ett,etths,aad,edd,etc
> - for : vo,fur(zz),pols,etc
> - lagi : agi,agy, etc
> - makan: mums,mu'umhs,etc
> - lucu : lutchuw,uchul,luthu,etc
> - siapa: cppa,cp,ciuppu,siappva,etc
> - apa : uppu,apva,aps,etc
> - narsis: narciezt,narciest,etc
> - anak mana? : naq mnah?, etc
> - gw : w,wee, 9, 6, etc
> - dong : dunkz,dungs, etc
kalo mau tau banyak lagi disini

“Lo qw end” ,ini istilah yang popular dikalangan remaja  saat ini.mereka selalu tampil dengan gaya dan dandanan mode terkini bahkan tidak jarang mereka tampil rada –rada gila alias gokil.Sebagai anak baru gede tidak bisa di ingkari bahwa mereka sedang mencari  identitas diri  fase yang harus dilewati ketika memasuki usia remaja.
Pola asuh,asupan gizi,informasi dan pendidikan yang mereka alami berbeda dengan yang dialami orang tuanya.Sehingga mereka lebih “merdeka” dalam berpikir dan bersikap.  Akibatnya  perilaku yang nampak adalah mereka memiliki keberanian tampil beda,menjadi trend setter dan selalu berupaya tidak ketinggalan zaman.Keunikan mereka meniru sesuatu yang dianggap keren termasuk meniru  ucapan gerak gerik dan segala asesoris tokoh idolanya.
Sering penulis temui banyak guru yang mengeluh menghadapi siswa AL@Y ini kecenderungan mereka mengikuti trend perilaku saat ini dan ingin keren membuat mereka lebih “sulit “ diarahkan.Namun sulit bukan berarti tidak bisa diarahkan,jika mau mengenali dan mendekati tentu ada peluang G@ul dengan mereka.Salah satunya lewat peer group nya alias ganknya,karakter usia remaja adalah ngegank.Maka cara efektif merangkul mereka adalah dengan mendekati ganknya.Dengan logika logis jika salah satu dari mereka bisa terpengaruh untuk berprestasi dengan program sekolah,maka akan diikuti  anggota kelompoknya itu.
Sekalipun mereka memiliki kebebasan mereka tetap saja merupakan kelompok usia yang memiliki emosi  labil dalam menentukan sikap .Lantaran masa transisi dari anak anak menuju masa remajanya dengan berbagai macam kesulitannya sendiri.Dalam pengambilan keputusan mereka masih mengikuti” arah angin’ alis belum menetap dan bisa berubah termasuk dalam aturan sekolahnya.Karena itu harus  pandai pandai mencari tahu kebutuhan harapan dan kecemasan mereka, kemudian menjadi sosok yang dipersepsi dapat memberikan solusi kepadanya..’
Kesetiaan mereka terhadap sosok yang dikagumi membuat mereka berjuang dan berkorban untuk mendapatkannya ,seperti segala macam atribut yang dipakai artis diidolanya dsb. Maka jika seorang guru ingin “perintahnya’ ditaati dengan setia maka harus menjadi guru yang di idolakannya.
Percepatan perkembangan Information Communication Technology(ICT),ikut membentuk perilaku sampai karakter mereka semestinya disadari oleh orang tua dan guru dalam melakukan upaya “pendekatan ‘kepada remaja.Di perkotaan akses mereka terhadap internet nyaris mencapai 95% lantaran mudahnya gadget untuk mengakses internet dengan biaya murah.Dengan fitur  dan layanan yang digandrungi serta menjadi ternd banyak orang termasuk facebook dan twiter.Akibatnya para remaja menjadi knowledgeable dan informationalized  terhadap apa yang mereka ingin ketahui meskipun ,tidak jarang mereka juga mendapatkan garbage information bahkan pornografi.Maka  penguasaan ICT dikalangan guru sebagai media pembelajaran semestinya  harus optimal sebagai guidance bagi siswanya dalam ber ICT.
Kemunculan jejaring social seperti Facebook,twiter,netlog youtube dsb telah mengubah perilaku remaja dalam manajemen waktu. Banyak remaja menghabiskan waktu berjam jam didepan layar laptop atau HP untuk bertemu dan beraktualisasi diri lewat dunia maya.Sehingga mereka mendapatkan informasi dan referensi tentang segala hal.Guru harus segera menyadari fenomena dikalangan remaja ini dengan memasuki jaringan pertemanan mereka dengan tujuan agar tetap connect dengan mereka .Untuk mendampingi mengarahkan menuju penggunaan internet yang sehat .Sekaligus bisa digunakan sebagai media pembelajaran dan sarana “curhat “ bagi siswanya.
Sekalipun dunia online adalah sarana komunikasi yang telah mendominasi remaja namun pendekatan kepada siswa di kelas tidak boleh dilupakan.Pengabungan online dan tatap muka akan semakin menguatkan komunikasi ,relasi dan keterikatan hati antara guru dan murid.Selamat g4ul dengan  generasi al@y..  

diambil dari sini.

read more

5.31.2011

Antara Lidah, Perkataan, Dan Perbuatan

5.31.2011
1 comments

Hore, Hari Baru! Teman-teman.
 
Berbicara. Sungguh sebuah kosa kata yang sederhana. Setiap hari kita mengucapkan kata-kata, sehingga sama sekali tidak ada hal yang menarik untuk dibahas. Tetapi, mengapa ada orang yang dibayar hingga puluhan juta rupiah untuk berbicara selama satu atau dua jam saja? Ada orang yang dicintai karena perkataan-perkataannya. Dan ada orang yang dibenci karena ucapan-ucapannya. Oleh sebab itu, kesederhanaan dibalik makna ‘berbicara’ pastilah memiliki keistimewaan yang layak untuk kita renungkan.
 
Berbicara bukanlah sekedar keterampilan memainkan lidah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Melainkan juga menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan gagasan, bertukar pikiran, juga mempengaruhi orang lain. Bagi Anda yang tertarik untuk belajar berbicara secara efektif, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:
 
1.      Berbicaralah yang baik, atau diam saja. Sungguh beruntung orang-orang yang dapat menjaga lidahnya untuk tetap diam, daripada mereka yang rajin mengucapkan perkataan yang tidak memiliki manfaat apa-apa. Resiko tertinggi orang yang diam adalah ‘disebut orang pasif’. Sedangkan resiko terrendah bagi orang yang banyak bicara adalah disebut ‘orang yang banyak omong’. Manfaat terbesar bagi orang yang diam adalah ‘tidak dibenci oleh orang lain’. Sedangkan manfaat terbesar bagi orang yang berbicara adalah; ‘pahala yang mengalir atas kata-katanya yang baik’. Maka berbicaralah yang baik-baik karena pahala kebaikannya sangat besar. Atau kalau tidak bisa mengucapkan perkataan yang baik, maka sebaiknya ya diam saja.
 
2.      Selaraskanlah antara perkataan dengan perbuatan. Perhatikan orang-orang yang tidak selaras antara perkataannya dengan perbuatannya. Betapa banyak contoh orang seperti itu dihadapan Anda. Dan Anda tahu betul bahwa orang lain sudah tidak lagi mempercayai mereka. Ketika seseorang mengatakan pesan-pesan kebaikan kepada orang lain, namun dirinya sendiri berperilaku sebaliknya; maka orang tidak lagi mempercayai kata-katanya. Karena ketidakselarasan menyebabkan hilangnya kepercayaan. Jagalah keselarasan antara perkataan dan perbuatan, maka Anda akan mendapatkan kepercayaan dari orang-orang disekitar Anda.
 
3.      Gunakanlah perkataan untuk mengajari diri sendiri. Orang-orang yang terlalu banyak berbicara – saya, misalnya – memiliki kecendrungan untuk mengajari atau mengajak orang lain melalui perkataan yang yang diucapkannya. Sayangnya sering lupa untuk mengajari diri sendiri. “Jujurlah!” katanya. Tetapi dia sendiri tidak jujur. Ini menandakan bahwa dia gagal mengajari dirinya sendiri. Motivasi saya saat mengatakan sesuatu adalah mengajari diri sendiri. Ternyata sangat berat untuk belajar sendirian, makanya saya membagi pelajaran bersama orang-orang yang saya cintai. Itulah sebabnya sambil mengajari diri sendiri, saya berbagi pelajaran itu dengan Anda.
 
4.      Tebuslah perkataan dengan pendengaran. Ada ruginya juga memposisikan diri sebagai orang yang paling banyak berbicara. Kita sering tidak sempat mendengar perkataan orang lain. Boleh jadi perkataan kita bukanlah hal terbaik dalam satu urusan tertentu. Namun karena kita tidak bersedia mendengarkan perkataan orang lain; maka kita kehilangan pelajaran berharga. Sungguh beruntunglah orang yang selain berbicara, dia juga bersedia mendengar. Selain ilmunya bisa memberi manfaat kepada orang lain, dia sendiri bisa menarik manfaat dari pelajaran yang ditebarkan oleh orang lain.
 
5.      Yakinlah jika setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan. Kita sering mengira bahwa kata-kata yang keluar dari mulut kita akan menguap begitu saja. Kenyataannya perkataan yang kita ucapkan beberapa tahun lalu, masih diingat oleh orang lain. Sungguh beruntung jika kata-kata itu baik. Namun sungguh rugi kita jika kata-kata itu buruk. Setiap kata yang baik, menghasilkan pahala yang baik. Namun, setiap perkataan buruk pasti akan dibalas dengan imbalan yang juga buruk. Bahkan, guru spiritual saya mengatakan; “Betapa besarnya murka Tuhan kepada orang yang mengatakan sesuatu yang bertolak belakang dengan perbuatannya.” Maka yakinlah, setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan.
 
Keterampilan berbicara bukanlah monopoli mereka yang berprofesi sebagai pembicara publik. Setiap orang patut memiliki keterampilan berbicara yang baik. Satu hal yang perlu diingat adalah; berbicara tidak selalu berarti mengucapkan sesuatu dengan lidah kita. Melainkan juga menunjukkan tindakan nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita bisa berbicara dengan nyaring, namun perbuatan kita berbicara lebih nyaring dari kata-kata yang diolah oleh lidah kita.
 
Mari Berbagi Semangat!

 Written by 
Natural Intelligence Inventor

read more

5.25.2011

Kesehatan Adalah Paduan yang Harmonis antara Tubuh, Pikiran, dan Jiwa

5.25.2011
0 comments

   Perasaan Yang serba Negative pertanda kehidupan batin yang kurang sehat. Rekaman emosi negative(-) yang melekat Sering Sekali Menciptakan Penyakit Fisik didalam tubuh.

"Kesehatan merupakan kondisi yang mencakup Mental, Fisik, dan social. Bukan ketiadaan penyakit. WHO 1948."

Permasalahan Yang tidak disadari.

   Perkembangan Teknologi yang demikian cepat menuntut kehidupan serba efektif dan efisien. Terjadilah konflik ketidak seimbangan antara tuntunan kompetisi dan beban hidup yang dirasakan.

  Kehadiran masalah biasanya tidak disrasakan. Bila diabaikan bisa melampaui batas toleransi daya tahan tubuh untuk bisa mengatasinya. Akibatnya keseimbangan fisik dan psikis terganggu, menurunkan sistem kekebalan sehingga bisa menyebabkab sakit kepala, maag, sesak, diare, hipertensi, problem seksual, dan lain-lain.

  Indikator sebagai sinyal memburuknya permasalhan yang bisa menjadi lebih kompleks.

Gejala Yang Sering Timbul
  • Perasaan Sedih, cemas, dan gelisah.
  • Kehilangan minat terhadap hal-hal yang semula sangat disukai.
  • Semangat, ambisi, dan harapan menurun.
  • Rsa lelah yang berlebihan meskipun tidak beraktifitas,
  • Sangat sensitive dan mudah tersinggung.
  • Sulit konsentrasi dan sulit membuat keputusan.
  • Merasa sendiri dan terasingkan
  • Merasa tidak berdaya dan cenderung menarik diri.
"Banyak orang takut mengungkapkan apa yang mereka inginkan. Karena itulah mereka tidak mendapatkanya"

Jangan Remehkan Kekuatan Curhat

  Masalah ada dimana mana atau justru ada didalam diri, membicarakanya ibarat membuka rahasia diri, tidaklah mudah menceritakan menghadapi, dan menyelesaikan maslah yang dialami, sehingga menyepelekanya yang bisa berpotensi menyebabkan hal yang tidak diinginkan.
   Biasanya pria menghadapai suatu hambatan besar, merasa tidak berdaya, malu, dan tidak jantan, apabila mengakui mempunyai masalah. Mengungkapkan perasaan adalah suatu tanda kelemahan.


Jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain.

    Introspeksi, deteksi dini, melatih diri untuk mengungkapkan perasaan, ketika ada hal yang membuat kurang nyaman, jangan disimpan dalam hati, jangan ragu untuk berbagi dengan orang yang bisa dipercaya agar terbiasa mengungkapkan persoalan yang dihadapi.

   Rasa kecewa, bingung, dan tertekan merupakan sederet emosi yang biasa menimbulkan gangguan, mengacaukan pikiran dan secara perlahan menguasai diri sehingga apa yang harus dikerjakan terabaikan. Dampaknya, bisa berpengaruh pada kualitas hidup, produktivitas akan menurun, banyak waktu terbuang sia-sia karena enggan beraktifitas, dan merasa hidup ini membosankan.

"Kebahagian memberi energi yang menjadi dasar kesehatan". 
"Sehat Berkah terbesar setelah akal sehat yang tidak bisa didapatkan dengan uang".

Beberap persoalan yang sering timbul diantaranya:
  •  Keluhan yang berhubungan dengan akedemis, kesulitan belajar, salah memilih jurusan, kurang motivasi, dan sulit konsentrasi.
  • Kesulitan bersosialisasi, hubungan interpersonal, penyesuaina diri, merasa tersisih, dan kurang bisa berkomunikasi,
  • Permaslahan keluarga, hubungan kurang baik dengan orang tua dan anggota keluarga lainya.
  • Masalah pribadi,engembangan diri, rendah diri, kurang percaya diri, mudah marah dan mudah putus asa.
  • Masalah ekonomi dan pemanfaatan waktu.
  • Masalah Kesulitan dalam menghadapai tes psikologi, dan wawancara kerja.
  • Keraguan akan masa depan dan pekerjaan.
  • Masalah pacar dan seks, hubungan terlarang, ragu memilih pacar, ingin punya pacar, melupakan mantan pacar dan penyaluran dorongan seksual yang salah.
  • dll

"Problematik adalah bagian dari dinamika kehidupan"

"Jangan biarkan masalah menjadi beban tak terpecahkan"

Antisipasi dilakukan pada waktunya, sebelum terlambat agar tidak menyesal dikemudian hari.


Sumber: Medical Center ITS Poli Psikologi
             Konsultasi Gratis untuk Mahasiswa.

read more

5.15.2011

Kisah Pohon Apel (Simak dan Renungkanlah)

5.15.2011
0 comments
     Suatu Ketika, Hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak laki-laki yang senang bermain main dibawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya. tidur- tiduran di keteduahn rindang daun-daunya. anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pohon apel itu sangat mencintai anak kecil itu.

     Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain main dengan pohon apel itu setiap harinya. suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih, 'Ayo kesini bermain-main lagi denganku," Pinta pohon apel itu.

      "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." Jawab anak lelaki itu.
      "Aku ingin sekali memiliki mainan. tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
    Pohon  Apel itu menyahut,"Duh, Maaf aku pun tak punya uang untuk membelinya." tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa medapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."

    Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada dipohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki itu tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kemabali sedih.

    Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
     "Ayok bermain-main dengan ku lagi",kata pohon apel.
    "Aku tak punya waktu", jawab anak lelaki itu." Aku harus bekerja untuk keluargaku. kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
     "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah, Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.
    Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
       
   Pada Suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi, pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
     " Ayo bermain-main lagi denganku." Kata pohon apel..
     "Aku sedih, "kata anak lelaki itu. " Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin berlibur dan berlayar. maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
     "Duh, maaf aku tak punya kapal. tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakanya untuk membuat kapal yang kau mau."

   Pergilah berlayar dan bersenang-senang. Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidam idamkanya.  Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya, Anak lelaki itu datang lagi setekah bertahun-tahun kemudian.

    " Maaf anakku," Kata pohon apel itu.
    "Aku sudah tidak memiliki buah apel untukmu."
    "Tak apa, aku pun sudah tak memiliki gigi untuk menggigit buah apelmu." jawab anak lelaki itu.
    "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." kata pohon apel."sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu.
   "aku benar-benar tak memiliki apa lagi yang bisa aku berikan pada mu. yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." Kata pohon apel itu sambil meneteskan air mata.
   "aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." Kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
    "oooh, bagus sekali, tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring dipelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
        
   Anak lelaki itu berbaring di pelukkan akar-akar pohon, pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
       
    Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka. dan hanya datang ketika memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon apel itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita. Cintailah orang tua kita, Sampaikan pada orang tua kita. Betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikanya pada kita.

Lihat juga video dibawah ini:
  

Sumber: Be a Real Muslim "Panduan Mentoring ITS" 

read more

1.01.2011

Perilaku Anak Berawal Dari ASI

1.01.2011
0 comments

Ada Adi, 4,5 tahun, berarti ada keributan. Boleh jadi itu ungkapan yang tepat untuk bocah Taman Kanak-kanak itu. Pertengkaran tak cuma terjadi dengan temannya di sekitar rumah, di sekolah pun begitu. Ibunya mengeluh, tapi anak lelaki itu tak surut juga bertingkah-polah secara berlebihan. Cepat beradu mulut plus ringan tangan dan kaki. Ada kemungkinan pemicunya memang beragam. Namun, bila menilik sebuah penelitian terbaru tentang kaitan asupan air susu ibu (ASI) dengan perilaku dan mental anak, ada baiknya si ibu bertanya kepada diri sendiri, "Apakah si anak mendapat ASI dalam masa yang cukup?". Penelitian yang dilakukan Dr Katherine Hobbs Knutson, dari Departemen Psikiatri, Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa ASI secara signifikan mempengaruhi perangai sang anak di masa depan. Studi baru seperti dikutip dari HealthDay News ini menyebutkan, seorang ibu yang mencukupi asupan ASI bayinya tidak pernah melaporkan adanya masalah perilaku dan mental pada anaknya selama lima tahun fase pertumbuhannya.



Namun, ditemukan anak yang cuma disusui selama dua bulan berpotensi berperangai buruk dibanding anak yang  ditunjang ASI selama satu tahun. "Ini merupakan indikasi jika memberi ASI selama pertumbuhan dapat memiliki efek pada anak," kata Hobbs. Studi melibatkan sekitar 100 ribu partisipan dari usia 10 bulan hingga 18 tahun. Dalam penelitian, orang tua ditanya seputar pemberian ASI dan perilaku dan mental anaknya.

Menurut spesialis anak, dr Soedjatmiko, selama proses menyusui akan terjadi interaksi penuh kasih sayang antara ibu dan buah hatinya. "Bayi merasa aman, nyaman, dan dilindungi sehingga terbentuk attachment basic trust sebagai landasan utama perkembangan emosi yang baik di kemudian hari," ujarnya.

Konsultan laktasi, dr Utami Roesli, SpA, mengungkapkan, bayi yang terpenuhi asupan ASI akan memiliki emotional quetient (EQ) dan spiritual quetient (SQ) yang baik. "Ini yang akan membentuk behave-nya," ucapnya. Dibanding susu formula, menurut dia, kontak langsung dari kulit ke kulit membuat buah hati lebih merasa dekat. "Ketika menyusui juga
ada rangsangan terhadap panca inderanya.

Bayi akan merasakan, melihat, mencium, dan mendengar sesuatu yang ada di dekatnya, termasuk keintiman dengan ibunya." Anak yang diberi ASI akan tumbuh lebih cerdas dan sehat dibanding bayi dengan susu formula," kata Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia itu.

Keampuhan ASI pun sudah terbukti. Utami memberi contoh Skandinavia dan Swedia, dua negara yang sangat  mendukung asupan maksimal ASI kepada bayi dengan membuat kebijakan cuti bagi orang tua. "Bukan cuti hamil untuk ibunya saja," ujarnya. Di kedua negeri itu, cuti dapat diambil satu tahun penuh. Empat bulan pertama pasangan suami-istri tetap mendapat 100 persen gaji.

Mulai bulan kelima, gaji dibayar 80-90 persen. "Kebijakan ini yang membuat anak-anak di Swedia dan Skandinavia cerdas dan sehat. Di sana juga sangat sulit ditemukan susu formula," ia menambahkan. Lagi pula, ia menegaskan, menyusui itu merupakan proses bertiga, yakni istri, suami, dan anak.

Adapun pemenuhan ASI sudah harus dilakukan sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan tanpa dicampur makanan atau cairan lain meski air putih sekalipun. "ASI diperlukan hingga usia bayi 2 tahun, tapi dengan makanan pendamping," kata Utami. Dari data yang dimilikinya, tercatat anak yang disusui ASI, IQ-nya lebih tinggi 12,9 poin pada usia 9 tahun.

Berdasarkan penelitian American Academy of Pediatrics, asupan ASI pada bayi juga membuat anak terhindar dari penyakit infeksi, seperti diare, radang paru-paru, dan radang otak. Studi juga mengindikasikan mereka lebih rendah risiko terkena obesitas, diabetes, dan kanker.

Hal ini disebabkan oleh kandungan enzim dalam ASI mendukung sistem pencernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Terutama dari kandungan yang terdapat pada susu jolong atau kolostrum–cairan kuning kental pada awal menyusui sampai hari keempat dan ketujuh.

Tidak hanya untuk anak, menyusui juga sangat fungsional untuk kaum ibu. Menurut Utami, bagi ibu menyusui akan mencegah risiko anemia. Menyusui secara eksklusif selama enam bulan berdampak pada penundaan haid. Dengan demikian, ibu dapat menyimpan zat besi dan mencegah terjadi defisiensi zat besi yang memicu anemia. Lalu, isapan bayi pada payudara ibu juga akan mencegah perdarahan setelah melahirkan dan mempercepat involusi uterus (pengecilan rahim kembali).

Selain itu, dapat mengurangi risiko terjangkit kanker payudara dan ovarium. "Banyak penelitian yang membuktikan adanya hubungan antara infertilitas dan tidak menyusui dengan peningkatan risiko terkena kanker," ucap Utami. Walhasil, dia menyimpulkan bayi akan sehat secara fisik, intelektual sekaligus emosional, jika hak ASI anak dapat
dipenuhi oleh sang ibu.



AGAR OPTIMAL

Minta Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

Bayi jangan dipisahkan dari ibunya setelah melahirkan.

Selama 48 jam pertama tidak diberi susu formula.

Permintaan dan suplai ASI secara rutin (dikeluarkan 10 cc, maka
diproduksi 10 cc).

Ada dukungan emosi dari suami dan keluarga. ASI eksklusif saat bayi
berusia 0-6 bulan.

Konsultasi ke dokter (bila perlu).




Written By Yulita Arizona 
*Kopas Dari Milis

read more

12.20.2010

Cerita Motivasi (CerMot)_Gadis Oon(dungu) Went to Canada

12.20.2010
0 comments
 By: Regina Natalia


Hahahaha...ide gila apa yang terlintas dipikiran Gadis. Ia ingin mengikuti sebuah kontes Miss Personality 2010 di Kanada yang biasanya dipadati dengan wanita-wanita cantik dari barbagai mancanegera. Mereka memiliki segudang kelebihan serba “WAH!!!” yang tak dimiliki oleh Gadis. Bermodalkan secuil keterampilan bahasa inggris namun dengan keberanian yang sangat besar, membuat Gadis(1)termotivasi untuk mendaftarkan diri ikut kontes tersebut.

Pergi ke luar negeri adalah salah satu (2)visi hidup yang harus diwujudkan Gadis. Menurutnya, ini adalah jalan yang dapat ditempuh agar ia bisa melaksanakan (3)misi rahasianya itu. Setelah mendaftarkan diri, Gadis mulai menyusun strategi untuk mempersiapkan diri mengikuti kontes tersebut. Ia membuat sebuah daftar tentang hal-hal apa saja yang harus ia lakukan meliputi:

  • Lancar berbahasa inggris dalam 1 bulan.
  • Memperluas link untuk mendapatkan banyak vote dari teman-teman relasinya selama 3 minggu.
  • Membaca 100 buku selama 2 bulan terutama buku tentang personalityuntuk menambah ilmu pengetahuan.
  • Belajar teknik public speaking yang baik selama 2 minggu.

Setelah 3 bulan terlewati dengan penuh kegiatan usaha pencapaian diri agar dapat pergi ke Kanada. Akhirnya, Gadis dapat juga mengikuti ajang pemilihan Miss Personality di Kanada. Berada diantara 100 wanita terpilih yang berasal dari berbagai macam negara merupakan kebanggaan tersendiri bagi Gadis. Satu kesempatan yang sangat langka sepanjang zaman semenjak Allah memberinya izin gratis menghirup oksigen dan mengalirkannya ke seluruh jaringan tubuh. Kini, ia ada setelah ia berusaha keras mencapai keinginannya.

Tahap demi tahap terlewati, demikian pula dengan wanita-wanita cantik nan ayu itupun satu persatu diizinkan untuk pulang ke negerinya masing-masing. Dan pada babak final hanya tersisa 10 wanita yang memiliki kesempatan untuk terpilih menjadi Miss Personality. Allah maha besar, ternyata Gadis ada diantara mereka, ternyata ia belum diizinkan pulang oleh para juri.

Pada babak final ini, masing-masing kontestan diajukan 1 pertanyaan dari 2 juri yang berbeda. Tibalah giliran sang Gadis untuk menjawab soal esay dari sang juri yang memiliki pikiran sangat kritis, teliti, berinsting tajam melebihi insting raja singa yang kelaparan di padang rumput Afrika, berinteligensi tinggi dengan IQ lebih dari 300 (jika ada), berpengalaman menjadi juri ditiap kontes kecantikan semenjak ia masih bersosok orok dalam uterus ibunya, dan memiliki segudang ilmu pengetahuan melebihi banyaknya gudang-gudang tempat penyimpanan beras yang ada di kampung Gadis. Merupakan beban mental yang sangat besar yang harus dipikul oleh Gadis. Rasa ingin sinkop, keringat dingin, palpitasi, akral sianosis, tremor pada jari dan berbagai macam gejala lain yang dapat timbul karena sindrom atas panggung ternyata dapat dikendalikan Gadis dengan baik karena sebelumnya ia telah mempelajari teknik agar tidak gugup saat berhadapan dengan ribuan orang dari buku: (4)Natali, Naregi. 2009. The Best Public Speakers (Edisi 4). London: Ds.G. Merupakan salah satu dari 100 buku yang telah dibacanya.

Pertanyaan pertama dijawab Gadis dengan baik. Dan berikut adalah pertanyaan yang ke dua dari seorang juri berlatarbelakang pendidikan S3 dibidang psikologi, mungkin bahkan jika ada S4 atau S5 ia juga akan melanjutkan pendidikannya. (telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia raya) “Gadis, saya lihat di formulir anda, anda tidak pernah mengikuti satupun kontes kecantikan ataupun kompetisi lainnya, hal ini sangat berbeda dengan kontestan lain dengan berpuluh jenis kontes yang pernah mereka ikuti membentuk daftar yang memenuhi 5 halaman kertas lampiran didalam berkas formulir pendaftaran. Apakah Anda telah siap untuk kalah?” Tanya sang juri kepada Gadis. Suatu fakta yang sangat diakui kebenarannya. Membuat diri Menjadi sangat kecil dimata orang lain namun, Gadis dengan gagahnya bak raja singa sedang berpidato ditengah kawanan singa-singa betina dan setenang air sungai yang mengalir dari hilir ke hulu, Gadis menjawab pertanyaan singkat, tepat, padat, dan akurat itu tanpa ragu-ragu. Karena panjangnya jawaban dari Gadis, maka lebih mirip pidato tak berstruktur ketimbang jawaban singkat. Namun juri sangat tertarik, sehingga Gadis diberikan waktu lebih untuk menyelesaikan jawabannya itu. Berikut adalah jawaban yang disampaikan Gadis atas pertanyaan dari sang juri.

Kalah atau menang adalah suatu (5)output yang akan didapat dari Kontes Miss Personality ini. Jika menang akan menyandang gelar Miss Personality lalu diselempangkan kain yang disulam dari benang emas dengan tulisan Miss Personality 2010 dan dipasangkan mahkota berhias intan berlian dibuat khusus untuk Miss Personality 2010 ditambah bonus karangan bunga cantik plus jutaan hadiah dalam hitungan mata uang dolar. Namun jika kalah bukan berarti tidak mendapat apa-apa. Saya tidak melihat dari sudut pandang material yang tampak secara kasat mata. Saya melihat dari segi (6)proses yang saya jalani mulai dari saya mendaftarkan diri ikut kontes hingga saya dapat hadir didepan anda-anda sekalian saat ini. Suatu proses yang memberikan pengembangan diri yang sangat berarti bagi saya untuk menjadi pribadi yang baru. Ada banyak hal yang saya dapat dalam perjalanan saya menuju Kanada.

Pertama : Impian saya agar dapat keluar negeri terwujud.

Ke-2 : Saya telah fasih berbahasa inggris karena 7motivasi interna yang sangat kuat dari dalam diri saya membuat saya tekun latihan berbahasa inggris setiap hari selama 1 bulan sesuai dengan waktu yang telah saya tergetkan.

Ke-3 : Sebelumnya saya harus memperbanyak link untuk mendapat vote yang banyak. Sehingga, sekarang ini saya memiliki keterampilan dalam8berkomunikasi secara persuasif terhadap orang lain agar mereka mau mengikuti apa yang saya harapkan.

Ke-4 : Sekarang otak saya telah kaya akan pengetahuan dibandingkan sebelum saya berniat mengikuti kontes disini karena setidaknya telah ada 100 buku yang telah saya baca dalam waktu 2 bulan ini, dan itu telah cukup untuk membuat saya memiliki kebiasaan yang baik yaitu kebiasaan untuk membaca buku.

Ke-5 : Saya tidak takut lagi berbicara didepan umum, dan saya sangat terampil dalam hal public speaking.

Ke-6 : Saya memperoleh pengalaman baru menjadi salah satu kontestan di kontes ini. Suatu pengalaman yang akan saya isi didalam formulir pendaftaran untuk kontes berikutnya. Walaupun terlambat dibandingkan teman-teman lainnya, tapi tidak ada istilah untuk terlambat memulai, saya dapat mulai dari saat ini untuk mengikuti kontes-kontes berikutnya yang dapat membuat saya menjadi diri saya, menjadi pribadi yang baru, pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya.

Itu adalah beberapa hadiah besar bagi saya dalam perjalanan saya ke Kanada kali ini. Mungkin jika saya utarakan semuanya, anda sekalian akan membuat perkemahan disini, karena sangat banyak hal yang telah saya menangi semenjak saya menyodorkan formulir saya ke bagian ragistrasi kontes ini. Kesimpulan saya adalah, dalam kompetisi memang harus dipilih seorang pemenang namun tidak ada istilah kalah bagi saya, karena kemenangan yang sebenarnya telah saya dapatkan. Saya telah berhasil memenangi kompetisi dengan diri saya sebelumnya, membuat kemampuan, prestasi, kepribadian, pengalaman dan lain sebagainya yang ada dalam diri saya menjadi lebih tumbuh dan berkembang dari sebelumnya. Sekian jawaban dari saya, terima kasih. Lalu Gadis tersenyum manis menghadap para juri.

Bagi Gadis, itulah arti kemenangan yang sesungguhnya. Segala perjalanan dalam hidup ini tidak dilihat dari output tapi lihatlah bagaimana PROSES perjalanan itu terjadi hingga membuahkan sesuatu yang manis yang bermanfaat bagi yang punya.



                                                                        _THE END_

NB: Pada postingan berikutnya akan di tulis keterangan dari huruf-huruf yang bercetak tebal tersebut...!!

read more

12.18.2010

Prestasi Membanggakan Anak-Anak Papua

12.18.2010
0 comments

Punya presiden, wapres, dan mendiknas yang semuanya doktor, ternyata tidak menjamin bahwa masalah pendidikan mendapatkan perhatian serius.

Pak Yohanes, you are rock! Kebetulan sekali, orang Papua memang suka bilang: Kamu Batu!, untuk orang-orang yang memiliki kemauan keras dan mewujudkannya. Saya kurang tahu apakah asal muasal kata 'Kamu Batu' ini terjemahan langsung dari you're rock. Kadang-kadang memang ada bahasa yang diplesetkan. Misalnya, kalau mengumpat, orang Indonesia suka bilang: Matamu itu! Saya pernah mendengar seorang karyawan mengumpat ke ekspatriat: Your eyes, Sir. Tentu saja yang diumpat kebingungan: What's wrong with my eyes? Mungkin, kini saatnya umpatan 'Your eyes itu, Sir dialamatkan ke pemerintah kita sendiri, yang katanya memiliki amanah untuk mencerdaskan bangsa.

Sangat menyedihkan. Selama sepuluh bulan dibina di Karawaci, dua jam dari Jakarta, tak sekalipun anak-anak luar biasa ini dikunjungi pejabat. Ketika akhirnya ada pejabat cabutan yang menghadiri perlombaan di Papua, dan butuh lima jam untuk terbang plus empat jam off-road dari Jakarta ke Papua-Tolikara, terbukti bahwa kehadiran mereka sangat dinantikan.

Bangsa ini butuh orang seperti Pak Yohanes, yang selalu menjadi pionir dan percaya dengan jurus mestakung (semesta mendukung)-nya. Bangsa ini juga butuh pejabat seperti John Tabo,yang sanggup mengambil keputusan tidak populer. Bangsa ini, lebih penting lagi, butuh anak-anak, pemuda-pemuda, dan semua elemen masyarakat untuk bekerja keras. Setidaknya, memang ada empat hal dalam setiap perjuangan. Breaking through, move the barrier, support the movement, and networking. Pak Yohanes sudah memecah gembok itu, Pak John Tabo menyingkirkan penghalang atau dengan kata lain memberikan jalan, anak-anak itu menjalankan amanah dan kepercayaan yang diberikan, dan akhirnya jaringan yang terbentuk ini menjelma menjadi sebuah prestasi membanggakan.




----------------------------
Salam dari Jayapura!

Kami bertiga baru saja keluar dari pedalaman Tolikara menyaksikan Olimpiade Astronomi se Asia-Pacific. Hasilnya?
Pelajar2 Indonesia menduduki urutan ke-2 dari 9 negara, dengan perolehan 1 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu. Korea Selatan di urutan pertama dengan 2 emas. Indonesia berada diatas China, Rusia, Kazakshtan, Kyrgistan, Nepal, Cambodia, dan Bangladesh. Lebih mengejutkan lagi, 3 medali perunggu Indonesia di raih oleh pelajar asal Tolikara, kabupaten terpencil di Tolikara, yang selama ini mengalami keterbelakangan pendidikan dan SDM. Dari Tolikara, Indonesia belajar!
Kisahnya dimulai dengan seorang "gila" bernama Yohanes Surya, pendiri Surya Institute dan salah satu aktivis olimpiade science dunia, yang telah sukses mempromosikan banyak anak Indonesia ke ajang olimpiade science dunia, memprakarsai dilaksanakannya Olimpiade Astronomi Asia Pacific (APAO) di Indonesia. Program ini ditawarkan ke berbagai pemda di Indonesia, namun tidak ada yang tertarik. Hingga suatu hari ...
Yohanes Surya ketemu dengan seorang "gila" lainnya bernama John Tabo, orang Papua, Bupati Tolikara, pegunungan tengah Papua, kabupaten baru yang terisolir dan hanya bisa dicapai dengan naik pesawat kecil dari Jayapura ke Wamena disambung berkendaraan off-road selama 4 jam, daerah dimana laki-laki tanpa celana dan perempuan tanpa penutup dada, ditemukan dimana-mana. John Tabo, tanpa diduga, bersedia menjadi sponsor pelaksanaan APAO di Indonesia, selain menjadi tuan rumah, dia juga mendanai seluruh biaya persiapan tim olimpiade Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia termasuk dari Papua, selama 1 tahun.
John Tabo membangun tempat khusus (hotel) untuk menjadi venue olimpiade ini. Orang yang berfikir normal pasti bilang, untuk apa John gila ini urusin Olimpiade astronomi seperti ini? bukankah masih banyak persoalan internal kabupaten yang harus dia selesaikan? mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi dan berbagai infrastruktur dasar? Cari kerjaan dan masalah saja!
John Tabo melakukan terobosan "gila". Dana diambil dari APBD, mau dari mana lagi? Dia tidak takut BPK atau BPKP yang akan menilainya salah prosedur. Untuk John Tabo, membangun adalah untuk rakyat, jangan dibatasi oleh hal-hal administratif. Yang penting misi dia untuk membangun SDM Tolikara yang mendunia dapat tercapai, dan itu "breakthrough" untuk mengatasi kemiskinan Tolikara, tidak perlu menunggu sampai infrastruktur jalan akses terbuka.

Dikumpulkanlah 15 anak Indonesia sejak februari 2010 di Karawaci untuk, kesemuanya "gila". 8 dari 15 anak tersebut direkrut dari SMP/SMU Tolikara, yang semuanya memiliki kemampuan matematika yang rendah, menyelesaikan soal matematika tingkat kelas 4 SD saja tidak mampu. Bahkan ada yang namanya Eko, ketika ditanya 1/5 + 1/2, langsung dijawab 1/7!
Seorang anak dari Kalimantan Tengah, malah tidak diijinkan kepala sekolah dan gurunya untuk mengikuti persiapan olimpiade ini. Guru-gurunya mengatakan bahwa apa yang akan dia ikuti itu sia-sia saja. Dia melawan ini dan lari dari sekolah!
Ke-15 anak ini dilatih oleh pelatih2 "gila", yang tidak bosan dan kesal melatih anak-anak ini. Dalam 10 bulan ke-8 anak Tolikara ini mampu mengerjakan problem matematika paling sulit yang diajarkan pada tingkat terakhir SMA atau tingkat awal universitas.
Pendekatan mengajarnya juga "gila". Astronomi adalah kumpulan dari berbagai ilmu science: matematika, fisika, kimia dan biologi menjadi satu mempelajari fenomena jagad raya.

Ini juga ilmu gila. Bayangkan seorang anak seperti Eko dari pedalaman Tolikara dapat menjadi salah seorang anak terpandai dibidang astronomi didunia hanya dalam waktu 10 bulan??!!
Urusan ijin ternyata juga "gila-gilaan" .
Ternyata even APAO ini tidak diakui oleh Kemdiknas. Akibatnya, untuk mendatangkan peserta luar negeri, tidaklah mungkin mendapatkan fasilitas visa dari negara. Pake prosedur normal ijin dari Pemerintah cq Mendiknas tidak keluar.
Entah gimana ceritanya ...

Surya Institute akhirnya bertemu dengan seorang "gila" dari UKP4. Orang inilah yang mengetok Menteri Diknas, sehingga kemdiknas mau mengeluarkan ijin. Lalu orang ini memfasilitasi ijin visa disaat-saat terakhir, ketika semua sudah pasrah, bahkan orang ini mempertemukan anak-anak Indonesia dengan wakil presiden RI. Orang normal mungkin akan berfikir, apa urusannya astronomi dengan wapres??!!
Lalu siorang gila dari UKP4 ini menugaskan 3 orang anggotanya yang kebetulan juga "agak gila" untuk datang menghadiri kegiatan olimpiade di Tolikara. jadilah 3 orang itu sebagai satu2nya unsur pemerintah pusat dalam even Olimpiade di Tolikara. Lalu 3 orang ini membawa-bawa nama Wakil Presiden RI dan Kepala UKP4 untuk memotivasi anak2.

Dalam percakapan hati ke hati dengan 15 orang anak, semalam sebelum pengumuman, tidak kurang 7 orang anak terharu menangis, melihat begitu besarnya perhatian pemerintah RI kepada mereka, sesuatu yang tidak pernah mereka rasakan dari pemerintah di Jakarta selama 10 bulan mereka di godok di Karawaci. Datang dan duduk bersama dengan mereka, ternyata lebih dari segalanya bagi anak-anak ini.

Anak-anak Tolikara begitu terharu, menangis terisak, melihat ada orang Jakarta mau datang melihat mereka di Tolikara.
Apa hasil dari semua kegilaan ini? Selain perolehan medali-medali diatas:
1. Indonesia dikenal lewat Tolikara! Tolikara, meskipun tidak dikenal Indonesia, namun telah membuktikan kepada dunia bahwa dari tempat yang sedikit sekali dijamah pembangunan, bisa lahir juara-juara olimpiade science, yang akan
mengharumkan nama Indonesia ditingkat dunia,
2. Tolikara mulai membenahi sumber daya manusianya menuju SDM berkualitas dunia. Hasil olimpiade ini telah memotivasi semua anak Tolikara bahwa keterbatasan fisik dan fasilitas bukanlah halangan bagi anak Tolikara untuk menjadi SDM terbaik dunia. 8 anak Tolikara yang bersaing ditingkat dunia menjadi saksi hidup bahwa SDM Tolikara dapat bersaing ditingkat dunia.
3. Tolikara membuktikan bahwa mereka dapat membangun "lebih cepat" jika cara berfikir "gila" ini diterapkan. Hanya dengan cara gila seperti ini pembangunan Papua dapat dipercepat.
4. Kita perlu "A Tolikara Approach" untuk sebuah percepatan pembangunan Papua!
Pesan moral dari kisah ini:
jadilah orang gila untuk membangun Indonesia lebih baik!
Never underestimate things!
Kesempatan ke Tolikara telah memberikan pelajaran berharga bagi saya. Belajar tidak harus selalu dari tokoh dunia. Dari seorang anak SMP yang tidak pernah diperhitungkan dipelosok Tolikara, kita dapat belajar untuk berbuat yang terbaik bagi Indonesia dan dunia.

Partogi Samosir
Counsellor
Embassy of the Republic of Indonesia
Washington, D.C


weitten by  Sidrotun Naim

read more
Related Posts with Thumbnails
 
Memuat...
Copyright © PUBLIC'S BLOG | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog